Subscribe RSS
Showing posts with label Fisikawan Kita. Show all posts
Showing posts with label Fisikawan Kita. Show all posts

Drs. St. Norma merupakan anak dari pasangan Caco dan Ngai. Beliau 4 bersaudara. Dan beliau sudah ditinggal oleh suami tercinta karena dipanggil oleh Allah Subahanahu Wata’ala.

Beliau tinggal di Makassar Jl. Karunrung 5 No. 33, sedangkan orang tuanya di Pangkep. Drs. St. Norma lahir di Pangkep, 07 Juli 1963, dan Sekolah Dasar (SD) di pangkep Negeri, SMP di Muhammadiyah Maros begitu pula dengan SMAnya.

Beliau menyukai fisika dari dulu, hal itu muncul karena hatinya terpaut di fisika, jadi selama sekolah beliau selalu suka pelajaran fisika dari SD sampai sekarang.

Beliau menyelesaikan kuliahnya di IKIP sekarang UNM pada tahun 1985 dan menjadi pengajar atau guru fisika di SMA Negeri 9 Makassar pada tanggal 01 Desember1985, sampai sekarang

Beliau mempunyai 4 anak, 2 diantaranya bekerja di luar Makassar sedangkan yang lainnya masih tinggal serumah dengan beliau.

By:Nurul fitrahminarsih


Sompawali, S.Pd. lahir di Ujung Pandang pada tanggal 26 Maret 1969. Beliau lulusan dari SMA Negeri 1 Sungguminasa Sulawesi Selatan, beliau juga menyelesaikan gelar S1nya di Universitas Negeri Makassar (UNM). Sejak SD, Beliau sangatmenyukai pelajaran Sains, hingga akhirnya Beliau selalu mengikuti Olimpiade Sains terutama Fisika sejak duduk di bangku SMP.

Guru yang sekarang mengajar di SMP Negeri 1 Sungguminasa ini sedang memfokuskan dirinya untuk mendapatkan gelar S2nya. Karena keramahan dan kebaikan Beliau, beliau banyak di senangi oleh Siswa(i) serta para guru yang mengajar di SMP Negeri 1 Sungguminasa. Bahkan terdengar dari para guru dan para siswa(i) bahwa beliau menjadi Guru Teladan. Tidak hanya itu saja, beliau juga waktu duduk di bangku SMP-SMA beliau menjadi murid kesayangan dan murid teladan, karena kemampuannya untuk mengharumkan nama sekolah.

Beliau yang begitu menyayangi anak-anak sangat gemar membaca, menulis, membuat novel. Namun sayang, setiap cerita yang telah hampir menjadi ratusan halaman, beliau tidak berani membawanya ke Penerbit. Iya, beliau yang di kenal ramah ternyata tidak memiliki rasa kepercayaan diri untuk menambahkan pengalamannya ke bidang Sastra. para kerabat yang juga begitu dekat dengan Beliau ytelah mmberi saran, motivasi kepada beliau, namun sayang Motivasi itu diabaikan, beliau berfikir untuk sekarang beliau tak pantas sebagai seorang penulis. Tetapi Beliau, memiliki segudang pengalaman yang bisa iya berikan kepada murid-muridnya.

Ditengah-tengah kesibukan Beliau yag sebagai seorang ibu Rumah Tangga dan Guru serta seorang mahasisiwa yang sebentar lagi mendapatkan Gelar S2, beliau juga mengajar sebagai Guru Privat. Ternyata Guru yang di segani ini, mememiliki kegiatan yang cukup padat sebagai Seorang guru. Ketika Beliau ditanya, apakah Ibu mampu membagi waktu dengan Keluarga di kegiatan yang cukup padat, jawabannya Beliau mampu dengan semua, karena semua waktu di luangkan dengan sebaik mungkin dan beliau ikhlas dengan pekerjaannya begitu terpuji.

Guru teladan ini berharap, dia bisa menyelesaikan S2-nya dan semua orang mengenalnya dapat menyukainya. Selain itu, beliau juga berharap, semoga anak yang ia lahirkan bahkan anak didiknya sendiri bisa menjadi seperti dirinya yng memiliki segudang pengalaman yang bermanfaat bagi dirinya sendiri, keluarga, bahkan untuk orang lain dan melanjutkan cita-cita beliau sebagai penulis Novel yang tertunda. Namun beliau juga berharap, semoga sifat beliau yang tidak memiliki rasa kepercayaan diri untuk mengembangkan diri kebidang lain todak dimiliki oleh anaknya sendiri ataupun anak –anak didiknya.

Semoga apa yang diharapkan beliau kepada anak-anak didiknya bisa terwujud. Sehingga beliau bangga dan puas dengan hasil didika tau ajarannya selama di bangku SMP.

Drs. Kasimuddin, S.Pd lahir di Bone, 31 Desember 1960. Lulusan SMA Negeri Bone. Sempat mengajar di SMA Negeri 1 Sungguminasa selama kurang lebih lima tahun. Pada tahun 1981 pria asal Bone ini menyelesaikan kuliahnya di IKIP yang sekarang adalah Universitas Negeri Makassar (UNM), dan sekarang beliau sedang memfokuskan pekerjaannya sebagai guru di SMA Negeri 9 Makassar.

Selama sekolah beliau termasuk orang yang tidak aktif atau jarang mengikuti perlombaan seperti olimpiade dan sebagainya. Tetapi Alhamdulillah, sekarang beliau menjadi guru fisika.

Beliau menyukai pelajaran fisika sejak SMA dan melanjutkan minatnya dengan mengambil jurusan fisika pada saat kuliah.

Pria yang berjumlah 2 bersaudara ini sekarang tinggal di Jl. Toddopuli Blok 25 Setapak 10 No. 16. Selama berpuluh-puluh tahun beliau menekuni pekerjaannya sebagai guru.

Waktu SMP beliau yang hobi bersepeda ini tidak suka fisika alasannya seperti sekarang, kebanyakan siswa yang menganggap fisika sulit tapi sejalan dengan waktu beliau mulai menyukai fisika yaitu pada waktu sekolah di SMA dikarenakan suka dengan perhitungannya yang praktis (kebanyakan turunan dari rumus-rumus yang ada) sehingga pada saat beliau kuliah, beliau mengambil jurusan fisika.

Biatwati, S.Pd. lahir di Purwokerto pada tanggal 11 November 1970 . Beliau menyelesaikan gelar S1 di Universitas Negeri Makassar ( UNM). Beliau adalah siswi pindahan SMA Negeri 2 Purwokerto yang pindah ke Makassar di SMA Negeri 3 Makassar. Beliau juga dulu adalah siswi dari SMP Negeri 3 Yogyakarta dan SD di salah satu SD Negeri di kota Yogyakarta. Beliau menghabiskan hampir seluruh masa kanak-kanak hingga tumbuh remaja di kota D.I. Yogyakarta sebelum akhirnya beliau kembali ke kota kelahirannya Purwokerto.

Dimasa SD dan SMP beliau tidak begitu mahir dalam pelajaran bidang sains, sampai akhirnya pada masa SMA beliau pun jatuh pada jurusan IPS , tapi tak di sangka dari pelajaran sains tersebut dapat mengubah diri beliau . Beliau semakin kiat belajar sains dan akhirnya pada awal semester II di kelas 3 (XII) beliau pun mengajukan permohonan tuk pindah jurusan dan ternyata semua tak sia-sia, beliau pun dapat pindah jurusan ke IPA dengan nilai FISIKA 95. Sejak itulah beliau mulai mencintai pelajaran FISIKA.

Setelah lulus SMA beliau melanjutkan kuliahnya di Makassar. Awalnya beliau tak ingin menjadi seorang guru namun takdir berkata lain beliau ternyata telah diberi jalan oleh Yang Maha Kuasa tuk menjadi seorang pengajar. Beliau pun menyelesaikan S1-nya dan menjadi seorang pengajar. Beliau pun mengajar FISIKA, pelajaran yang dulu beliau benci menjadi pelajaran yang begitu beliau cinta dan senangi.

Satu prinsip hidup beliau yang dapat membuatnya sukses saat ini yaitu semakin kamu benci pelajaran itu berusahalah tuk pahami, sebab dari itu perlahan kamu akan tau pelajaran itu mempunyai keasikan di bagian mana, dan pelajarilah pejaran yang kamu gemari sebab dari itu kamu akan lebih kaya ilmu dan pengetahuan. Jangan pernah mau dikalahkan oleh perasaan takut, benci dan tak suka akan suatu pelajaran sebab sikap itu bisa membuatmu jatuh.

Created by_Rodhiyah XI IPA 1

Andi Rahmah Iskandar, S.Pd. dilahirkan di desa kindang kecamatan kindang kabupaten bulukumba, pada tanggal 13 november 1979 dan lahir secara normal dengan bantuan bidan. Ayahnya bernama Andi Ibrahim Iskandar A.T., meninggal pada tahun 1997 dimana semasa hidupnya mengabdikan dirinya sebagai kepala sekolah sekaligus sebagai guru Madrasah Tsanawiyah swasta di desa kindang dan ibunya bernama Hj. Sitti ,bekerja sebagai ibu rumah tangga biasa. Andi Rahmah Iskandar merupakan anak ke 8 dari 9 bersaudara, dimasa kecilnya dia biasa dipanggil Andi Ma’ma.

Sejak usia 6 hingga 12 tahun, tepatnya tahun 1986 Andi Rahmah Iskandar mengenyam pendidikan di sekolah SD 55 Cibollo yang terletak di desa kindang. Kedua orang tuanya menyekolahkan Andi Rahmah Iskandar agar menjadi orang yang berhasil sama seperti anak-anak yang lain. Di masa kecil dia sudah menunjukkan kecakapan yang nyata di bidang perhitungan dan teramat cekatan menggunakan tangannya.Kemampuannya dalam bidang perhitungan juga terlihat dari kegemarannya berhitung dari pada membaca. Prestasinya pun disekolah cukup manakjubkan, hal ini terlihat bahwa selama di sekolah dasar dia selalu menduduki peringkat 1. Dimasa SDnya ia juga selalu mengikuti cerdas cermat antar sekolah SD di kabupaten bulukumba. Andi Ibrahim Iskandar AT selaku orang tua dari Andi Rahmah Iskandar sebenarnya memberikan kebebasan kepada anaknya mengenai jurusan apa yang akan diambil oleh anaknya kelak.

Andi Rahmah Iskandar semasa kecil merupakan anak yang aktif. Setelah pulang dari sekolah, sorenya dia mengikuti pelajaran agama di Taman pendidikan Al qur’an (TPA) di Desa Cibollo Kecamatan Kindang Kabupaten Bulukumba. Orang tuanya sengaja memasukkannya di Taman pendidikan Al qur’an (TPA) agar kelak Andi Rahmah Iskandar tidak hanya pintar pada mata pelajaran umum tetapi juga dalam hal pemahaman terhadap agama.

Meskipun dari pagi hingga sore Andi Rahmah Iskandar selalu disibukkan dengan kegiatan pendidikan baik pendidikan umum maupun pemdidikan agama, tetapi dia tidak ketinggalan dalam menikmati masa-masa kecilnya seperti bermain dengan teman-teman sebayanya. Kegiatan bermain ini dilakukan ketika dia pulang dari Taman pendidikan Al qur’an (TPA). Kegiatan permainannya pun layaknya seperti permainan anak-anak perempuan lainnya seperti bermain rumah-rumahan dan bermain boneka.

Kemampuannya dalam bidang mata pelajaran fisika mulai terlihat ketika dia duduk dibangku MTs. Dia sekolah di Madrasah Tsanawiyah Kindang di kecamatan Kindang Kabupaten Bulukumba antara tahun 1992 sampai tahun 1995. Andi Rahmah Iskandar mulai menyukai pelajaran fisika ketika dalam sebuah percobaan yang dilakukan bersama guru dan teman sekelasnya berhasil membuktikan hukum-hukum alam. Dari sini Andi Rahmah Iskandar mulai gemar mempelajari rumus – rumus dasar fisika. Guru fisika beliau Drs. Andi Pangeran yang melihat bahwa Andi Rahmah Iskandar mempunyai kegemaran dalam bidang fisika itu mulai memberikan perhatian khusus. Setiap hari sabtu dan minggu sore dia selalu memberikan bimbingan belajar kepada Andi Rahmah Iskandar. Hal ini dilakukan juga karena Andi Rahmah Iskandar tidak lain adalah keponakan dari Drs. Andi Pangeran. Dan hasil dari bimbingan tersebut terlihat ketika dalam pelajaran fisika Andi Rahmah Iskandar selalu cekatan dalam menyelesaikan soal-soal fisika baik dibuku tulis maupun ketika dipapan tulis. Dari kecerdasannya dalam bidang fisika ini Andi Rahmah Iskandar memiliki banyak teman karena temannya suka belajar fisika dari dia. Begitu pula ketika ada pekerjaan rumah dari guru,rumah beliau selalu dipenuhi oleh teman-temannya yang ingin mengerjakan pekerjaan rumah tersebut bersama dengan dia. Setelah menyelesaikan sekolahnya di Madrasah Tsanawiyah tahun 1995 Andi Rahmah Iskandar melanjutkan pendidikannya ke Madrasah Aliyah.

Andi Rahmah Iskandar bersekolah di Madrasah Aliyah Negeri 1 Bulukumba di kabupaten Bulukumba. Saat hari pertama masuk sekolah dia langsung dikenal oleh oleh para temannya karena ketangkasannya dalam mengerjakan soal fisika yang diberikan oleh guru fisikanya. Guru fisika beliau,Nursamsi Spd kemudian melanjutkan pemberian bimbingan terhadap Andi Rahmah Iskandar sebagaimana yang dilakukan semasa masih sekolah di MTs. Dari kegemarannya dalam ilmu fisika, Andi Rahmah Iskandar selalu mewakili sekolahnya dalam lomba mata pelajaran antar kabupaten, yang tentu saja dia mewakili dalam bidang fisika.

Sejak kelas 2 di Madrasah Aliyah Andi Rahmah Iskandar sangat mengagumi salah satu tokoh yang berpengaruh dalam perkembangan teori fisika, yaitu Newton. Dia sangat menyukai rumus-rumus fisika karya Newton seperti teori gerak. Dalam salah satu buku yang pernah dia baca tentang Newton mengemukakan teorinya tentang hukum gaya berat dan tentang hukum gerak. Newton menunjukkan bagaimana hukum-hukum itu dapat dipergunakan untuk memperkirakan secara tepat gerakan-gerakan planet-planet seputar sang matahari. Dari teori-teori Newton inilah Andi Rahmah Iskandar semakin tekum mendalami rumus-rumus fisika.

Selain cerdas dalam menerapkan rumus-rumus fisika Andi Rahmah Iskandar juga terampil dalam beberapa percobaan fisika di laboratorium. Meskipun terkendala oleh kurangnya peralatan praktikum disekolahnya,tetapi Andi Rahmah Iskandar tetap bersemangat dalam menekuni pelajaran fisika.

Selama sekolah di madrasah Aliyah Andi Rahmah Iskandar selain pintar dalam bidang studi fisika, dia juga aktif di kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler seperti menjadi pengurus OSIS dan menjadi anggota pramuka di sekolahnya. Dari sini dia memiliki banyak teman dan dia disenangi oleh teman-temannya,disamping itu dia memang sosok anak yang sederhana dan ramah.

Andi Rahmah Iskandar memang sangat menyukai pelajaran fisika, akan tetapi dia tidak melupakan pelajaran lain disekolahnya, seperti pelajaran biologi, matematika, kimia, bahasa inggris, bahasa Indonesia dan pelajaran-pelajaran yang lainnya. Dia juga sangat senang dalam pelajaran drama di kelasnya.

Meskipun Andi Rahmah Iskandar adalah seorang anak yang cerdas dan aktif dikegiatan ekstrakurikuler, dia tidak melupakan kegiatan-kegiatan keagamaan. Hampir setiap selesai shalat maghrib sebelum dia belajar, dia selalu membaca Al qur’an.

Setelah menamatkan diri di Madrasah Aliyah Negeri 1 Bulukumba tahun 1998, dia melanjutkan pendidikannya di Universitas Haluoleo (UNHALU) di Kendari. Dia diterima di universitas melalui jalur PMJK (Penerimaan Mahasiswa Jalur Khusus) dan mengambil jurusan pendidikan fisika. Dia memilih jurusan pendidikan fisika karena dari kecil dia memang bercita-cita menjadi seorang pendidik. Andi Rahmah Iskandar memilih kuliah di kendari karena mengikuti kakaknya yang terlebih dahulu tinggal disana.

Andi Rahmah Iskandar merupakan mahasiswa teladan di kampusnya. Semasa kuliah dia selalu mendapatkan bea siswa prestasi dari pemerintah sehingga selama kuliah dia tidak terlalu merepotkan orang tuanya yang tinggal di Bulukumba.

Semasa kuliah Andi Rahmah Iskandar sering memberikan les privat bidang studi fisika di sekolah-sekolah.Kemampuan Andi Rahmah Iskandar dalam bidang fisika juga terlihat ketika pada semester IV dia menjadi asisten dosen di Universitas Haluoleo. Selain aktif dikegiatan perkuliahan, Andi Rahmah Iskandar juga aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler dikampusnya.

Andi Rahmah Iskandar berhasil menyelesaikan kuliahnya dalam waktu 3 tahun 8 bulan dengan IPK 3,8.sebuah prestasi yang menakjubkan. Setelah selesai kuliah memilih kembali kekampung halamannya sendiri di Desa Kindang Kecamatan Kindang Kabupaten Bulukumba. Dia mulai mengajar di Madrasah Tsanawiyah sebagai guru honorer atau guru bantu sebagai guru fisika. Setelah menjadi guru honorer dia kemudian menjadi guru kontrak SLTP Negeri 1 Gantarang kabupaten Bulukumba.

Dua tahun jadi guru kontrak tepatnya tahun 2005 Andi Rahmah Iskandar berhasil menjadi guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada bidang studi fisika. Setelah jadi PNS dia pindah mengajar di Madrasah Aliyah di kabupaten Sinjai.

Tahun 2007 Andi Rahmah Iskandar menikah dengan seorang laki-laki yang bernama Ismail, S.Pd. yang berprofesi sebagai guru biologi di Madrasah Aliyah di Tanete Kabupaten Bulukumba. Dari hasil pernikahannya dia dikaruniai anak yang imut yang bernama Ulfiah

Tiga tahun kemudian tepatnya tahun tahun 2010 Andi Rahmah Iskandar mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) di kampus UNM Gunung Sari Makassar sebagai persyaratan untuk menjadi guru yang professional. Dalam hidupnya Andi Rahmah Iskandar ingin mengabdikan dirinya dibidang pendidikan khususnya pada bidang studi fisika.