Subscribe RSS
Showing posts with label Mutiara Kata Kita. Show all posts
Showing posts with label Mutiara Kata Kita. Show all posts

1. Harta itu ibarat ular, mengandung obat sekaligus juga racun. Bagi seorang ahli, tidak ada kesulitan baginya untuk menangkap dan mengeluarkan obat yang terkandung di dalam badannya. Sedangkan bagi orang dungu, bisa ular itu dapat membuatnya mati.
2. Rauplah harta dunia sebanyak-banyaknya, tetapi kemudian gunakanlah untuk menciptakan amal sebanyak-banyaknya bagi kepentingan akhirat. Janganlah sampai terjebak dengan harta.
3. Bila bukan harta yang meninggalkan kita, maka pasti kita yang akan meniggalkan dia !


4. Orang yang tercela adalah orang yang tidak henti-hentinya mengumpulkan harta untuk ahli warisnya sementara dia sendiri enggan menggunakan untuk beramal soleh.
5.Harta itu bila tidak kita perlakukan dengan hati-hati akan dapat menjadi tiunggangan nafsu.

Photobucket

 JIka kamu ingin dengan seseorang maka buatlah agar ia marah maka jika
kamu lihat keadaannya sesuai dengan syariat maka bertemanlah
dengannya.(Al Fudlail bin Iyyadl)
 Jika kamu berjalan janganlah menoleh-noleh karena pelakunya dapat
dikatakan sebagai orang yang tolol.(Al Qadil Abu Ya`la)
 Bersiul dan bertepuk tangan adalah 2 hal yang dibenci. Begitu pula
bersandarnya seseorang hingga keluar dari posisi duduknya sebab hal itu
adalah tindakan kesombongan dan menghina teman duduk kecuali karena uzur
dan juga dibenci menggigit-gigit(permen) karet karena ini adalah perbuatan
yang rendah. Juga dibenci tertawa terbahak-bahak dan meninggalkan suara
tanpa ada kepentingannya. Dan sepantasnya seseorang itu berjalan dengan
sederhana, tidak perlu terburu-buru sehingga menabrak orang lain dan
menyusahkan diri sendiri. Jangan pula berjalan selangkah demi selangkah
yang dapat menimbulkan rasa bangga terhadap diri sendiri. Dan termasuk pula
perkara yang dibenci adalah menangis meratap-ratap dan menyanyikan lagu-
lagu kematian kecuali jika itu karena takut kepada Alloh Ta`ala dan menyesal
karena kehilangan waktu yang sia-sia(tanpa amal) yang juga merupakan
perbuatan yang dibenci adalah membuka tutup kepala di tengah-tengah
manusia dan bagian tertentu yang bukan aurat namun biasanya tertutup.(Al
Qadil Abu Ya`la)


 Saya lihat jiwaku ini ramah bergaul dengan mereka yang dinamakan teman
maka saya cari pengalaman ternyata kebanyakan mereka adalah orang-orang
yang iri(dengki) terhadap nikmat (kebahagiaan) temannya dan mereka tidak
menyembunyikan kekeliruan temannyadan senang mengabaikan hak teman
duduknya juga tidak mau membantu temannya dengan harta mereka maka
sebab itu ketika saya perhatikan perkara ini ternyata kebanyakan teman itu
iri(dengki) dengan kenikmatan orang lain. Padahal Al Haq(Alloh) Yang Maha
Suci sangat cemburu kepada hati seorang Mukmin yang cenderung jinak
dengan sesuatu(selain Alloh) maka ia keruhkan dunia dan penghuninya agar si
Mukmin hanya menyenangi-Nya(jinak kepada Alloh).(Al Fudlail bin Iyyadl)
 Asal kerusakan ini yaitu mencerca Salafus Soleh dating dari Khawarij
merekalah yang pertama melaknat Salafus Soleh bahkan mengkafirkan
sahabat dan perbuatan yang seperti ini semuanya menimbulkan permusuhan
dan kebencian.(Asy Syathibi)
 Tidak ada seorangpun yang berhak menjadikan orang tertentu sebagai panutan
lalu mengajak manusia ke jalan, bersikap loyal dan memusuhi di atas jalan itu
selain Nabi dan tidak pula ada yang berhak melahirkan ucapan yang
dijadikan panutan untuk bersikap loyal dan memusuhi selain Kalam Alloh dan
ucapan Rosul-Nya dan apa yang telah disepakati oleh umat(sahabat). Sebab
hal itu tidak lain merupakan perbuatan ahli bid`ah yang senang mengangkat
orang tertentu dan melontarkan suatu perkataan yang justru pada akhirnya
memecah belah umat. Mereka menyerahkan loyalitasnya demi pendapat
tersebut atau yang mereka nisbatkan(sandarkan) diri mereka kepadanya dan
memusuhi orang lain demi membela pendapat dan penisbatan
tersebut.(Syaikul Islam Ibnu Taiiyah)
 Jika kamu satu kaum berbisik-bisik dengan satu urusan tanpa diikuti oleh
khalayak ramai berarti mereka di atas landasan kesesatan.(Umar bin Abdul
Aziz)
 Sesungguhnya saya bendi kepada orang yang berjalan sia-sia yaitu tidak
karena urusan dunia dan tidak pula akhirat.(Umar bin Khattab)
 Sungguh saya benar-benar membenci orang yang kosong tidak beramal untuk
dunia dan tidak pula untuk akhirat.(Ibnu Mas`ud)
 Sesungguhnya meninggalkan ahli ahwa` dan ahli bid`ah terus berlangsung
seiring perjalanan masa selama mereka tidak menampakkan taubat dan
kembali kepada yang haq.(Ibnul Atsir)
 Saya tidak mengetahui satu perkara di dalam Islam ini yang menurutku lebih
utama daripada selamatnya hatiku dan dari hawa nafsu yang suka berselisih
ini.(Ibnu Umar)
 Saya pun tidak mengetahui satu perkara di dalam agama Islam ini yang
menurutku lebih utama daripada aku diselamatkan Allah dari sikap fanatik
golongan yang sangat dibenci ini yang menelan kurban dari kalangan pemuda
dan sebagian para dai di masa kini dan fanatisme itu juga telah mengotori
pikiran mereka dan menghalangi mereka dari manhaj Salafus Soleh.(Abu
Abdillah Jamal bin Farihan)
 Orang yang paling berhak mendapatkan penghormatan ada 3 yaitu ulama,
saudara(sesama Mukmin), dan para penguasa maka siapa yang meremehkan
ulama berarti ia merusak kepribadiannya sendiri dan siapa meremehkan
penguasa berarti ia merusak dunianya dan orang yang berakal itu tidak akan
meremehkan siapapun, adapun yang disebut sebagai orang yang berakal
adalah orang yang menjadikan agama itu sebagai dasar syariatnya dan
kesantunan adalah wataknya sedangkan logika yang baik adalah
pembawaaannya.(Ayyub bin Qariyyah)
 Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu itu berhenti di atas dasar ilmu
dengan bashirah yang tajam menembus mereka, menahan didinya, dan mereka
lebih mampu dalam membahas sesuatu jika mereka ingin
membahasnya.(Umar bin Abdul Aziz)
 Bukan suatu aib bagi seseorang untuk menampakkan madzhab Salafus Soleh,
menisbatkan diri dan bersandar kepadanya bahkan wajib menerimanya dengan
menurut kesepakatan para ulama karena sesunggunya madzhab Salafus Soleh
itu tidak lain hanyalah kebenaran.(Syaikul Islam Ibnu Taimiyah)


Photobucket

 Kedermawanan orang kaya adalah baik akan tetapi kedermawanan orang miskin lebih baik. Taubatnya orang tua adalah baik akan tetapi taubatnya anak muda lebih baik.
 Berbuatlah seperti amalan yang dilakukan oleh seseorang, yang mana dia tidak akan selamat tanpanya dan bertawakkallah seperti seseorang yang tidak
ditimpa sesuatu, kecuali yang sudah dituliskan baginya.
 Harta sesungguhnya adalah yang kita sedekahkan ke jalan Allah , karena
itulah yang kekal.
 Perbelanjaan paling buruk adalah pengeluaran harta untuk mendirikan sebuah bangunan.


 Dunia ini bagaikan sebuah harta yang bagus sekali tetapi tidak ada gunanya
bagi mereka yang tahu menyedekahkannya.
 Harta yang menyenangkan adalah apabila sudak kita sedekahkan.
 Tidak ada gunanya mengisi dompet dengan uang apabila ada lobang di
sudutnya.
 Beramal yang ditunda, menurunkan semangat.
 Amalan yang kecil memang tidak mengesankan tetapi memberi kedamaian.
 Beramallah samapai semaksimal mungkin.
 Kalau menunda amalan ringan, akan menjadi amalan berat dan amalan berat
menjadi mustahil..
 Beramal adalah ibu keberuntungan.
 Keselamatan hidup, kesenangan hati, tidak tercapai tanpa beramal dan berdoa.
 Orang yang beramal nyenyak tidurnya.
 Amalan yang baik adalah yang tetap walaupun sedikit.
 Amalan apapun yang ditemui oleh tangan kita, laksanakanlah dengan
bersungguh sungguh dan sebaik-baiknya.
 Orang yang beramal kebaikan itu tetap hidup, walaupun dia dipindahkan
ketempat orang mati.
 Yang paling penting adalah amal perbuatan, sedangkan kehormatan itu tidak
ada artinya.
 Yang paling penting bukan berapa lama kita hidup, melainkan amalan apa
yang kita sudah siapkan.
 Beramal itu lebih nyata daripada tidak beramal.
 Apabila kita tidak dapat memberi kebaikan kepada orang lain dengan
kekayaan kita, berikanlah mereka kebaikan dengan wajahmu yang berseri-seri,
disertai akhlak yang baik.
 Berusahalah dengan secepat mungkin untuk beramal, lebih baik berbuat
demikian pada hari ini daripada esok karena hidup ini sangat pendek,
sedangkan waktu berlari kencang.
 Beramallah dengan batas-batas kemampuan kita, di segala tempat yang ada di
dalamnya pengetahuan kita, dalam setiap waktu yang tersedia bagi kita,
kepada semua orang yang ada dalam jangkauan kita, sepanjang masa hidup
kita.
 Amalan yang baik tidak memerlukan kata-kata pembungkus.
 Orang yang beramal berada di belakang layar, tetapi sebenarnya dia berada di
tempat yang paling depan.
 Mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahui adalah Shadaqah,
menyerahkan kepada ahlinya adalah Taqarrub. Ilmu adalah teman dekat dalam
kesendirian dan sahabat dalam kesunyian.(Muadz bin Jabal)
 Tidaklah seseorang itu berhias yang lebih afdal dari pada kejujuran dan
mencari barang yang halal. (Fudhail bin Iyadh)
 Kehidupan adalah satu saat yang berada antara dua saat yang lain, yakni
sekarang yang diantarai oleh yang lalu dan yang akan datang, maka
manfaatkanlah yang pasti. Jadikan pelajaran yang lalu dan usahakanlah yang
akan datang dengan kesabaran. Apabila dikumpulkan dunia seluruhnya, maka
tidak akan dapat menggantikan meski satu hari yang tersia-siakan. Keritiklah
hari-harimu untuk kemaslahatanmu. Cermatilah meski hanya satu jam dan
manfaatkanlah meski hanya sedetik dengan menuntul ilmu agama ini.


Photobucket

 Kita tidak ditanya tentang hasil perjuangan kita tapi kita akan ditanya tentang apa yang sudah kita lakuakan untuk Islam, sampai dimana usaha kita. Hanya Allah yang menentukan kemenangan, Allah yang menentukan siapa
yang dapat berkuasa, hendaknya kita bertanya pada diri kita sendiri, kenapa
tidak berusaha, keputusan hanya berada di tangan Allah . Sebagian orang
hanya sibuk meneliti, mempelajari, menganalisa masalah, apa yang
terjadi dan sebagainya. Cara demikian bukanlah cara yang tepat, kita
berusaha dan tawaqqal kepada Allah .(Jendral Khattob Rohimahullloh)
 Apapun warna benderamu, tegakkanlah hanya untuk Rabb-mu...!!
Jangan nodai manhaj Salafush Shalih..!!


 Jadilah lelaki yang kakinya di bumi dan pemimpin yang semangatnya di langit.
 Ada 2 hal yang menunjukkan kelemahan ialah berdiam diri pada waktu Al-
Quran dan As-Sunnah dilecehkan dan berbicara pada waktu Al-Quran dan As-
Sunnah sudah jelas maksudnya.
 Kebatilan bergerak terus, tidak ada sesuatu pun yang dapat menghentikannya
kecuali yang haq.
 Dakwah yang haq dapat berjalan dengan menembus keberbagai arah, hingga
ke seluruh dunia tanpa senjata.
 Emosi adalah dakwah yang haq yang hilang kesabaran.
 Mati dalam membela yang haq adalah kehidupan, namun hidup dalam
kehinaan adalah lebih buruk daripada kematian.
 Menemui yang haq tidak begitu sulit, sekiranya kita begitu pengecut, biasanya
kita malu mengetahui yang haq.(Al-Quran dan As-Sunnah)
 Apabila ingin berdakwah, mulailah dengan dakwah tauhid.
 Berpeganglah dengan atsar Salafus Shalih meskipun seluruh manusia
menolakmu dan jauhilah pendapat orang-orang (selain mereka) meskipun
mereka menghiasi perkataannya terhadapmu.( Imam Al-Auza'i)
 Semua permasalahan yang sudah disebutkan dalam hadits yang shahih dari
Rasulullah dan berbeda dengan pendapatku, maka saya ruju' dari pendapat itu
ketika saya masih hidup ataupun sudah mati.(Imam Asy-Syafi`i)
 Jadilah seperti kaca di tengah-tengah mereka walau kita berada di antara debu-
debu syubhat namun jadikanlah ilmu salaf sebagai pembersih. Hingga tak
mengakibatkan kaca itu retak, sebarlah dalam menuntut, mengilmui,
mengamalkannya, dan mendakwahkannya.
 Orang yang terdiam dari kebenaran adalah setan bisu, orang yang berbicara
dengan kebatilan adalah setan yang berbicara.(Abu Ali Ad-Daqqaq)

Photobucket

 Betapa indah jika jiwa kita senada dalam iman, hati semakna dalam Islam dan ruh kita seikat dalam ukhuwah. Selamat berjuang dalam Islam…………Islam yang kita cintai sampai mati.
 Jangan takut dalam memperjuangkan kebenaran karena kebenaran mutlak milik Allah bukan manusia, siapapun dan apapun dia adanya.
 Jika air mata telah meleleh di pipi maka jelaslah siapa yang betul-betul menangais dan siapa yang hanya berpura-pura. Betapa banyak pemuda yan mengaku sebagai kekasih Si Laila, namun Laila tidak menganggap mereka sebagai kekasihnya. Betapa banyak orang yang mengaku beragama Islam, namun jauh akshlaknya dari Islam.(Syair Arab)


 Allah telah menjadikan kemenangan memiliki berbagai sebab dan bagi kekalahan pun memiliki berbagai sebab. Maka wajib bagi kaum mukminin untuk berpegang teguh dengan perintah Allah serta agar mereka menjaga hak hak Allah dan hak hamba hamba Nya. Dan hendaknya mereka juga
menjauhi berbagai maksiat yang merupakan sebab tidak datangnya
pertolongan (Allah ).
 Ayat-ayat Al-Qur`an itu bagaikan intan, setiap sudutnya memancarkan cahaya yang berbeda dengan apa yang terpancar dari-sudut-sudut lain.
 Rentetan kata per kata melukiskan senyuman yang indah. Dan keindahannya
mampu menorah luka tak bertepi. Indah dilihat tapi ingkar tuk dicintai. Yakni
“LA ILAA HA ILLOLLOH”.

Photobucket

 Hendaklah senantiasa berdoa karea doa itu menimbulkan ketentraman jiwa,
sedangkan ketentraman jiwa itu adalah perubahan kearah jalan yang lurus.
 Doa adalah senjata bagi orang yang tidak bersenjata.
 Doa adalah suara keimanan.


 Dibelakang kita ada kekuatan yang tidak terbatas (Allah ), di depan kita ada kemungkinan tidak berakhir (Doa), di sekeliling kita ada kesempatan yang tak tertandingi (Usaha). Semangatlah !

Photobucket

 Nikmat yang paling agung adalah keluar dari jerat-jerat syaiton dan syubhat (hal-hal yang masih diragukan kebenarannya) karena itu adalah tabir yang paling besar antara seseorang dengan Allah .
 Ciri orang yang bersyukur ialah ia takut mengerjakan perbuatannya yang tidak disenangi Allah dan tidak sesuai dengan Sunnah dan ia pun taat mengerjakan perintah-Nya dan Sunnah karena menyadari benar bahwa Allah telah memberinya berbagai macam kenikmatan.
 Ketika mata bisa melihat, telinga bisa mendengar, mulut bisa berucap, hati bisa berasa, akankah kita tak bersyukur kepada Allah ?


 Sesungguhnya Allah subhanahu wata’ala memberikan kesenangan dengan nikmat kepada siapa saja yang Dia kehendaki; bila mereka tidak bersyukur, maka Dia akan membalikkannya menjadi adzab.( Al-Hasan al-Bashri)
 Kebahagiaan kita tumbuh berkembang manakala kita membantu orang lain. Namun, bilamana kita tidak mencoba membantu sesama, kebahagiaan akan layu dan mengering. Kebahagiaan bagaikan sebuah tanaman harus disiram setiap hari dengan sikap dan tidakan memberi secara ikhlas karena Alloh.
 Kebahagiaan bukan timbul daripada kekayaan yang melimpah-limpah,
melainkan daripada hidup dengan bersabar diatsnya.
 Kebahagiaan yang sebenarnya, berpangkal daripada kesederhanaan dan
kesyukuran.


Photobucket

 Mengampuni adalah semerbak bau yang dilontarkan oleh bunga, kepada kaki
yang memijaknya.
 Orang yang tidak mau mengampuni orang lain, menentukan jembatan yang
perlu dilalui sendiri.
 Mengampuni adalah bunga kemenangan yang terpilih.
 Tidak ada pembalasan demdam yang sempurna seperti perbuatan
memaafkan.


 Setiap orang membuat kuburan untuk mengusir kesalahan kawan-kawannya.
 Memberi ampun sering kali menjadi perhiasan terbaik bagi tiap manusia.
 Mengampuni orang dapat membuat kita berfkir dengan tenang dan ketenangan
inilah yang dicintai oleh Allah .
 Balas dendam orang berbudi adalah memaafkan.
 Jauh lebih baik memaafkan dan melupakan daripada membenci dan
mengingatnya.
 Manusia selalu mencari naungan dari panasnya matahari, tapi ia lupa mencari
naungan dari panasnya neraka. Petaka kaum terdahulu adalah larut dalam
hawa nafsunya dan awal nafsu ada pada tatapan mata, maka jagalah
pandangan kita dari hal-hal yang dilarang Allah , niscaya Allah akan
memberi cahaya basiroh di hati kita.

Photobucket

 Orang yang bersabar pasti mendapat kemenangan walaupun tertunda.
 Indikator keberhasilan pelaksanaan sabar adalah rasa ikhlas.
 Syukur dan sabar membuat hati tenang dan bahagia terhadap apapun yang terjadi pada diri maupun orang selain kita.
 Tidakkah engkau bersabar menjalankan ketaatan kepada Allah di hari-hari
yang pendek ini? Detik-detik ini begitu cepat, setelah itu engkau akan
meraih kemenangan yang sangat besar yang engkau akan bersenang- senang di dalam kenikmatan yang abadi.
 Sesungguhnya harta yang paling menguntungkan adalah sabar. Teman yang paling akrab adalah amal. Pengawal pribadi yang paling waspada adalah diam. Bahasa yang paling manis adalah senyum. Ibadah yang paling indah adalah ikhlas.


 Sesungguhnya kebaikan itu seluruhnya ada pada keridhaan dan jika engkau tidak bisa ridha maka bersabarlah.( Umar bin Khaththab)
 Sabarlah dan jangan bosan menuntut ilmu
Bencana seorang penuntut adalah kebosanan
Tidaklah kau lihat tali yang panjang
Di atas kerasnya batu karang tetap membekas
 Sesungguhnya Allah tidak akan mengecewakan hambanya yang telah berjuang dengan segenap kemampuan dan berdoa dengan seluruh hatinya. Tetap semangat ! La tahzan ! Kegagalan dapat dibagi menjadi 2 sebab, yakni : orang yang berniat tapi tidak beramal dan orang yang beraal tapi tidak pernah ikhlas.
 Usaha terbaik adalah apabila sudah diiringi doa terbaik dan tawaqqal tertinggi. Tawaqqal tertinggi adalah setelah doa terbaik dan bersabar.
 Sungguh indah perkara orang muslim itu, apabila mendapatkan ujian dan musibah, maka dia bersabar. Apabila mendapat nikmat dan kemudahan hidup, maka dia bersyukur.
 Apapun dan seperti apapun diri kita. Bagaimanapun kondisi dan apapun yang terjadi pada kita. Beranilah untuk melipatgandakan rasa syukur dan sabar. Syukur dan sabar itulah yang akan memberi kekuatan pada diri kita bertahan apapun masalah yang kita hadapi. Dengan syukur dan sabar yang optimal, kita akan semakin berani menjadi sahabat setiap prolema hidup kita.
 Barang-siapa yang cacat dalam masalah ikhtiar berarti dia mengalami cacat
dalam masalah As-Sunnah dan barangsiapa yang cacat dalam masalah
tawakal berarti dia mengalami cacat dalam masalah keimanan. Tawakal
adalah prinsip hidup Nabi dan ikhtiar adalah sunnah beliau. Barangsiapa
yang memiliki prinsip hidup Nabi maka janganlah dia meninggalkan
sunnahnya.(Sahl)
 Berbuatlah seperti amalan yang dilakukan oleh seseorang, yang mana dia tidak
akan selamat tanpanya. Dan tawakallah seperti seseorang yang tidak ditimpa sesuatu, kecuali yang sudah dituliskan baginya.(Yusuf Bin Absath)
 Kesabaran dan keridhaan anda menerima musibah adalah kunci untuk membuka pintu surga, tiada balasan bagi mereka yang bersabar dan ridha menerima taqdir Allah melainkan surga.
 Duka cita akan hilang apabila kita selalu bersabar di atasnya.
 Salah satu obat bagi dukacita adalah bersabar.
 Keimanan adalah kesabaran.
 Dalam menjalani suatu kebaikan mungkin kita akanmenemui rintangan yang
berduri, cobaan mungkin menghampiri kita, jadi kita harus tetap sabar. Sabar
itu mencakup banyak hal, sabar dalam menerima cobaan, sabar dalam
menjauhi larangan-Nya, sabar dalam perintah-Nya. Sesungguhnya besarnya
pahala ditentukan dengan besarnya ujian. Dan apabila Allah mencintai
suatu kaum maka Allah akan mengujinya. Dan barangsiapa yang ridho
maka Allah akan ridho padanyadan barangsiapa yang murka maka Allah
akan murka kepadanya.

Photobucket

 Jalan goib ( mengucapkan mantra-mantra, jimat, isim, susuk, ataupun bantuan jin) adalah syirik yang dosanya tak terampuni. Nauzubillah.
 Tiada kekejian yang melebihi dari melecehkan kemampuan Allah .


 Walaupun 1.000 amalan atau bahkan 1.000.000 amalan, akan tetapi kita berbuat syirik walaupun syirik kecil (mempercayai pamali, zodiak, barzanji, dll), itu sama halnya dengan amalan itu dikalikan 0.
1.000.000 amalan x 0 = 0
 Cinta bertahun-tahun dapat lenyak karena kesyirikan semenit.
Photobucket

 Ilmu adalah pusaka para nabi, hujjah sebelum bertindak, teman di kala sepi, nasehat di kala bimbang, penjaga kebatilan, pemiliknya dikenal mulia sebagai hamba yang kelak diberi safaat, penerang hati dalam keraguan.
 Islamberkembang bukan karena ketajaman pedang, melainkan karena kemuliaan akhlak Rasulullah .
 Sebaik-baik kekayaan itu adalah kekayaan jiwa yang berada dalam Sunnah Nabi !
 Memang baik menjadi orang penting, namun lebih penting lagi bila menjadi hamba yang mengikiti Sunnah Nabi !


 Kita perlu bermula dengan sesuatu dengan Ittiba` dan mengakhirinya juga
dengan Ittiba` terhadap sesuatu.
 Mengerjakan apa yang kita sukai tidaklah penting, yang penting adalah
menyukai apa uang disenangi Rasulullah .
 Ketika cintamu memuncak pada Rasulullah maka sesungguhnya tidak ada
pilihan bagimu selain menapaki jalan yang telah diteladankannya untuk umat
manusia. Dan di sana, di jalan itu, niscaya akan engkau temukan nikmat abadi
yang akan terus menerangi hidupmu hingga akhir ayat.

Photobucket

 Demi Allah malam terasa begitu panjang bagiku panjang bagiku jika aku teringat saudaraku seagama lalu aku berharap segera tiba waktu pagi sehingga aku bisa memeluknya karena kerinduanku kepadanya. (Umar Bin Khattab).
 Cintailah saudaramu biasa saja sebab mungkin saja suatu saat nanti ia akan menjadi musuhmu dan bencilah musuhmu biasa saja sebab mungkin saja suatu saat nanti ia akan menjadi kekasihmu.(Ali Bin Abu Tholib)
 Wahai manusia, cintailah secara wajar dan bencilah secara wajar. Telah berlebihan suatu kaum dalam kecintaan hingga mereka celaka dan telah berlebihan suatu kaum dalam kebencian hingga mereka celaka.


 Sebaik-baik hadiah yang diberikan seseorang kepada saudara seagamanya adalah nasihat yang menjadi bekal baginya di dunia dan simpanan di akhirat kelak. Semoga Allah selalu memberi taufiq-Nya kepada kita agar selalu di
atas kebaikan dan dihindarkan dari segala kejahatan.
 Lihatlah orang dengan hati dan amalannya, janganlah engkau bergaul dengan kekayaan dan rupanya.
 Persahabatan yang dijalin karena kepentingan duniawi tidak mungkin bisa langgeng. Bila manfaat duniawi sudah tidak diperoleh biasanya mereka dengan sendirinya berpisah bahkan mungkin saling bermusuhan. Berbeda dengan persahabatan yang dijalin karena Allah , mereka akan menjadi
saudara yang saling mengasihi dan saling membantu, dan persaudaraan
itu tetap akan berlanjut hingga di negeri akhirat.
 Jadilah engkau sahabat sejati setiap orang. Mengingatkan bila lupa. Menyegarkan bila lesu. Menggairahkan bila malas. Memicu fastabiqul khoirat (berlomba-lomba dalam kebaikan). Mendukung langkah dakwah dan perbaikan diri. Selalu mendoakan kebaikan mereka.
 Jangan engkau melibatkan diri dalam hal yang bukan menjadi urusanmu,
jauhilah musuhmu, jagalah dirimu dari teman-temanmu kecuali terhadap
orang yang terpercaya, karena orang yang terpercaya tidak ada satu pun
yangdapat menyamainya. Tidak ada kepercayaan kecuali kepada orang
yang takut kepada Allah , janganlah engkau bergaul dengan orang fajir
karena dia akan menyeretmu ke dalam fujur (keburukan), dan janganlah
engkau beritahukan rahasiamu kepadanya dan bermusyawarahlah di
dalam urusanmu dengan orang yang takut kepada Allah . (Umar bin al-
Khaththab)
 Persahabatan yang paling agung adalah persahabatan yang dijalin di jalan Allah dan karena Allah , bukan untuk mendapatkan manfaat dunia,
materi, jabatan atau sejenisnya. Persahabatan yang dijalin untuk saling
mendapatkan keuntungan duniawi sifatnya sangat sementara. Bila
keuntungan tersebut telah sirna, maka persahabatan pun putus.
 Prinsip menolong teman adalah bukan berdasar permintaan dan keinginan hawa nafsu teman. Tetapi prinsip menolong teman adalah keinginan untuk menunjukkan dan memberi kebaikan, menjelaskan kebenaran dan tidak menipu serta berbasa-basi dengan mereka dalam urusan agama Allah . Termasuk di dalamnya adalah amar ma'ruf nahi mungkar, meskipun bertentangan dengan keinginan teman.
 Teman dan saudara sejati adalah teman yang bisa menjaga rahasia temannya. Orang yang membeberkan rahasia temannya adalah seorang pengkhianat terhadap amanat. Berkhianat terhadap amanah adalah termasuk salah satu sifat orang munafik.
 Seseorang menciptakan musuh dengan cara terlalu banyak mengkritik
temannya.
 Seorang sahabat yang baik dapat mengatakan kepada kita apa sebenarnya
terjadi dengan kita.
 Kita kehilangan kawan-kawan sebagian karena mati dan yang lain karena
tidak dapat membelok sewaktu menyebrangi jalan.
 Seorang teman sejati seperti buku yang isinya lebih baik daripada sampulnya.
 Jangan kita membuat kehancuran atas kebahagiaan orang lain, melainkan
bangunkanlah kebahagiaan itu di atas kehancuran seseorang.
 Yang baik bagi orang lain adalah yang betul-betul selalu membahgiakannya.
 Berikanlah kebahagiaan, maka kita akan bahagia dan dibutnya bahagia.
 Teman yang baik adalah orang yang bersedia memberi perhatian.
 Teman yang baik adalah hadiah yang kita berikan kepada diri kita sendiri,
yakni teman yang soleh.
 2 orang tidak akan saling membenci apabila kedua-duanya mencintai Allah
.

Photobucket

 Wahai saudaraku, sesungguhnya jikalau kita luput dari makanan dan minuman
maka itu hanya berakhir dengan kematian. Akan tetapi, jikalau luput dari ilmu
syar`I maka itu menyebabkan sengsara dunia dan akhirat.
 Lihatlah apa yang dikatakan dan jangan melihat siapa yang mengatakan dan ambillah hikmah dimnapun engkau bisa temukan sebab hikmah adalah pusaka orang beriman yang hilang.
 Wahai saudara se-Dienku, ingatlah bahwa dengan ilmu, kita selamat dunia dan akhirat tapi ingat juga bahwa karena ilmu pun kita mendapat kesesatan, kesengsaraan, bahkan laknat dari Allah . Jika ilmu yang kita meliki tidak
kita amalkan maka itu akan menjadi kesesatan bagi kita dunia dan akhirat.
Ingatlah ilmu itu mesti diamalkan dengan perbuatan bukan hanya dengan
lisan dan untuk disimpan karena selama itu akan dimintai pertanggung jawabannnya. Janganlah mau dikalahkan dengan hawa nafsu syaiton laknatulloh, tidak ada yang mengetahui kapan tida ajal ikita ? Apakah kita sudah siap?


 Tidak ada kebaikan bagi pembicaraan kecuali amalan.
Tidak ada kebaikan bagi harta kecuali kedermawanan.
Tidak ada kebaikan bagi sahabat kecuali kesetiaan.
Tidak ada kebaikan bagi sedekah kecuali niat yang ikhlas.
 Suap janganlah kauterima, sebab suap membuat buta mata orang-orang yang melihat dan memutarbalikkan perkara orang-orang yang benar.
 Akal yang diagungkan di atas wahyu (Al-Qur`an dan Sunnah Nabi ) menjadikan manusia seperti robot. Fikiran tanpa sesuai dengan Sunnah Rasulullah .
 Orang yang berakal itu bukanlah orang yang pandai mencari-cari alasan untuk membenarkan kejelekannya setelah terjatuh ke dalamnya. Tetapi orang yang berakal ialah orang yang pandai menyiasati kejelekan agar tidak terjerumus ke dalamnya.
 Diam bukan berarti bodoh dan bicara bukan berarti pintar.
 Jauhilah ilmu tasawuf karena hal itu tidak sesuai dengan perintah Rasulullah
, percuma kita mencintai Rasulullah sementara Beliau tidak menyukainya (Tasawuf).
 Kebencian tidak pernah bisa diredam dengan kebencian. Hanya dengan cinta, kebencian akan mereda. Tapi ingat, tidak ada kecintaan kepada orang musyrikin dan ahli bid`ah (pembuat syariat baru dalam Islam).
 Sinar pagi hanya terlihat oleh orang yang terbuka mata inderanya dan cahaya kebenaran hanya terlihat oleh orang yang terbuka mata hatinya.
 Seseorang bisa menerima kebenaran bukan karena isinya tetapi cara menyampaikannnya.
 Orang yang sudah matang ilmunya, sedikit bicaranya.
 Menulis bukan untuk memberi TAHU, tetapi berusaha mencetus MAHU, agar bergerak menuju MAMPU. Pencerahan bukanlah pada mengumpul pengetahuan, tetapi keupayaan untuk membuka jalan... kembara insan mencari Tuhan (Abu Saif).
 Janganlah engkau mendebat orang fasih bicara dan orang yang bodoh. Orang yang pandai akan mengalahkanmu dan orang bodoh akan menyakitimu.(Qiblati)
 Semua orang mampu mempelajari Al-Qur`an tetapi tidak semua orang mampu memanfaatkan Al-Qur`an.
 Bila sesuatu tidak diperlakukan sebagaimana tujannya, pasti yang timbul adalah kerugian.
 Wahai penuntut ilmu! Luruskanlah niat dalam menuntt ilmu dan bersungguh- sungguhlah dalam mengamalkannya. Karena ilmu syar`i ibarat pohon dan amal itu merupakan buahnya. Dan seseorang tidak dianggap sebagai orang yang berilmu selama ia belum mengamalkan ilmunya. (Al-Khatib Al Baghdadi)
 Wahai pemuda ambillah sesuatu dari dunia untuk badanmu dalam hal yang memang engkau harus mengambilnya dan ambillah akhiratmu untuk hatimu.(Sufyan Ats Tsauri)
 Betapa indahnya iman dengan hiasan ilmu. Betapa indahnya ilmu bila dihiasi denga amal. Betapa indahnya amal bila dihiasi dengan kelembutan. Betapa indahnya kelembutan bila dihiasi dengan keikhlasan. Betapa agungnya keikhlasan bila dihiasi dengan senyuman. Betapa manisnya senyuman bila dihiasi dengan rasa kasih sayang. Betapa murninya kasih sayang bila dihiasi dengan cinta. Betapa manisnya cinta bila didasari dengan kejujuran karena Allah .
 Memperoleh buah amal di dunia adalah kabar gembira bagi orang yang beribadah akan bekal adanya pahala di akhirat.
 Ilmu itu laksana cahaya, namun cahaya itu akan redup ketika maksiat manghalanginya.
 Keseuksesan di dunia dan di akhirat, dirumuskan sbb :
sukses = be (niat ikhlas) x do (beramal sesuai tuntunan Rasulullah ) x pray(berdoa) = have (pahala)
 Orang cerdas adalah orang yang mempu menundukkan jiwanya dan beramal untuk kehidupan sesudah mati. Orang pandir adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan berangan-angan kepada Allah dengan angan-angan kosong.
 Sesungguhnya sepandai-pandai orang adalah yang menyiapkan diri untuk perjalanan yang tak pernah henti. Ia mengambil bekal dari dunianya untuk kehausan yang tak tersegerakan.
 Berpegang dengan Assunnah adalah keselamatan(ulama)
 “Berpeganglah dengan atsar Salafus Shalih meskipun seluruh manusia menolakmu dan jauhilah pendapat orang-orang (selain mereka) meskipun mereka menghiasi perkataannya terhadapmu”
 “Mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahui adalah Shadaqah, menyerahkan kepada ahlinya adalah Taqarrub. Ilmu adalah teman dekat dalam kesendirian dan sahabat dalam kesunyian.(Muadz bin Jabal)
 Kelemahan orang berilmu, apabila dia mengetahui dirinya pintar, kelemahan
orang bodoh, apabila dia tidak mengetahui dirinya bodoh.
 Orang yang berilmu adalah laksana emas di dalam saku orang-orang yang
haus.
 Tidaklah dikatakan berilmu sebelum nampak nyata bekas ilmunya di kalangan
masyarakat.
 Seseorang dikatakan berilmu apabila dia dapat berusaha melenyapkan
kesulitan yang datangnya tiba-tiba.
 Berilmu adalah kemenangan paling besar dan paling sulit yang dapat
diperoleh bagi jiwa.
 Jangan mengatakan sesuatu tanpa ilmu, hal itu adalah kesalahan.
 Apapun yang dibawa tanpa ilmu, membawa kejahatan.
 Manusia dibinasakan oleh 2 sifat, yaitu kelebihan harta tanpa
menyedekahkannya dan berfatwa tanpa ilmu.
 Positif kepada sesuatu adalah lebih baik daripada ngatif tidak ada artinya.
 Ciri orang yang berilmu adalah rajin dan mau belajar.
 Ilmu tanpa syariat adalah lumpuh, syariat tanpa ittiba` adalah buta.
 Manusia tanpa ilmu syar`i adalah seperti kuda tanpa kendali.
 Tanpa bekal agama yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah , manusia
menjadi serigala-serigala yang memakan sesamanya.
 Kita sekolah bukan untuk mendapatkan ijazah, melainkan untuk mendapatkan
ilmu syar`i.
 Pelajarilah Ilmu, karena mempelajarinya karena Allah adalah
khasyah, menuntutnya adalah ibadah, mempelajarinya adalah Tasbih,
mencarinya adalah Jihad.
 Keindahan pribadi bukanlah lantaran busana yang menghiasinya akan tetapi
keindahan sejati adalah lantaran karena ilmu dan amalannya.
 Sesungguhnya ilmu adalah agama, maka lihatlah dari siapa kalian mengambil
agama kalian.(Ibnu Sirin)
 Sesungguhnya orang terdahulu (salafus shalih) itu berhenti di atas ilmu dan
dengan bashirah yang tajam, mereka menahan dirinya serta mereka lebih
mampu dalam membahas sesuatu jika mereka ingin membahasnya.

Photobucket

 Orang tua lebih berarti daripada seratus guru.
 Tidak ada perhiasan yang lebih besar bagi seorang anak, selain daripada
kemuliaan orang tuanya.
 Berbakti kepada kedua orang tua adala duta yang sempurna daripata
kegembiraan.
 Cinta orang tua tidak pernah lapuk.
 Hati orang tua bagaikan jurang yang didasarnya selalu ada maaf.
 Hati orang tua adalah ruang sekolah anak-anak.
 Menolak sesuatu karena kuno tidak berlaku pada mentari dan rembulan serta
cinta orang tua.


 Ibu adalah permpuan tercantik, tetapi perempuan tercantik belum tentu
seorang ibu.
 Yang perlu ditabung oleh orang tua adalah kesabaran.
 Air mata ibu melembutkan hati anaknya.
 Air mata orang tua mempunyai kekuatan seperti kata-kata.

Photobucket

 Semua orang merasakan lezatnya bergunjing tetapi tidak semua orang menyadari bergunjing akan menjauhkan pelakunya dari Surga.
 Jika kamu ingin memperbaiki hatimu maka jagalah lidahmu.
 Berita kejelekan orang lain bukanlah untuk disebarluaskan tetapi ini adalah bahan untuk introspeksi diri.
 Berprasangka buruk merupakan bahan dasar dari bergunjing, sedangkan bergunjing merupakan awal dari fitnah, sementara fitnah akan menguras tabungan pahala kita.
 Bergunjing dibolehkan apabila untuk kezoliman yang merajalela, merubah suatu kemungkaran dengan menyebut kejelekan kepada penguasa yang mampu mengubahnya, memberi peringatan kaum muslimin tentang kejahatan, cacat budi pekertinya, pelaku bid`ah (pembuat syariat baru).


 Jangan pernah merasa lebih mulia dari orang lain karena kemuliaan seseorang tidak ada yang tahu kecuali Allah .
 Sombong itu menghinakan hal yang benar dan meremehkan orang lain
Menganggap dirinya lebih mahal dari kebenaran sehingga harga dirinya akan di bela walaupun dengan cara menjatuhkan kebenaran dan meremehkan orang lain.
 Ada manusia yang hidup seperti lalat, yang tidak mau hinggap kecuali di atas luka orang lain.
 Harta seringkali menyebunyikan hal-hal yang berkilauan hingga dengan
demikian ia akan menjerumuskan apabila dipuja-puja.
 Lebih baik tidur tanpa makan terlebih dahulu, daripada bangun esok pagi
dengan banyak hujan.
 Hutang ibarat laut yang tidak terbatas.
 Hutan adalah kemiskinan terburuk.
 Hal terbaik yang dapat dilaksanakan pada suatu hutang adalah membayarnya.
 Dengki dan iri tidak pernah berbeda.
 Siapa yang berenang dalam dosa, maka dia tenggelam dalam kesusahan.
 Menghindari dosa adalah lebih ringan daripada sakitnya penyesalan.(Umar
bin Khattab)
 Seperti halnya kawat menggigit besi, demikian pula iri hati menggigit
manusia.
 Gibah adalah kejelekan dan kehancuran yang bergabung menjadi satu.
 Orang yang bergibah tidak menemui 1 pun jalan titik terang di dalam
hidupnya
 Janganlah kita berburuk sangka terhadap perbuatan orang lain, kecuali kita
mengetahui mengapa dia sampai berbuat demikian karena kemungkinannya
adalah kita sendiri akan berbuat yang sama apabila berada dalam keadaaan
yang demikian.
 Cara menghadapi fitnah adalah bersikap kokoh seperti pohon beringin, tetapi
tetap rendah diri.
 Tukang fitnah professional adalah sebagian besar tidak mempunyai cukup
bakat untuk menandingi orang-orang yang mereka fitnah.
 Mencela adalah perbuatan yang tidak bijaksana dan memfitnah adalah
perbuatan sia-sia.
 Berburuk sangka dengan perkataan yang kasar adalah pertanda sempitnya
perbendaharaaan kata yang dimiliki ataupun kurangnya kebijaksanaan dalam
menilai sesuatu, ataupun kedua-duanya.
 Tukang fitnah adalah orang yang tahu jalan tetapi tidak dapat menaiki
kendaraanya.
 Maksiat adalah sumber kesengsaraaan.
 Apabila kejahatan tidak dibasmi, tidak ada jaminan bagi kebaikan.
 Ejek-mengejek semuanya percuma, ini bagaikan kita melempar pasir melawan
angin dan angin melemparkannya kepada kita.
 Jangan sekali-kali mendendam kepada orang lian.
 Menyimpan dendam dan kebencian, menyebabkan orang lekas marah, suram
dan lekas tua.
 Kedengkian itu merusak iman, bagaikan jarum menusuk kulit.
 Iri dan balas dendam adalah kata-kata yang sangat jelek. Lebih jelek lagi
adalah sifat daripada orang yang menyimpan perasaan itu.
 Orang yang menanamkan kedengkian, tent memetik kedukaan.
 Orang yang dengki sesame manusia, berarti mulai menyusahkan dirinya
sendiri.
 Orang yang iri hati, makan hati sendiri.
 Rasa iri hati dan dengki adalah perasaan syaiton-syaiton berkeliaran yang
menyelubungi fikiran manusia.
 Dengki hanya membuang masa.
 Di dalam dunia yang ada kematian, seharusnya kita tidak punya waktu untuk
saling membenci.
 Apabila syariat sudah diasingkan, bergoncanglah nilai kemanusiaan menanti
kerobohan.
 Orang yang menyibukkan dirinya dengan mengumbar aib orang lain,
menyebabkan dia tidak pernah mempunyai waktu bagi mengetahui aibnya
sendiri.
 Amarah berakhir dengan kekejaman.
 Marah menghukum dirinya sendiri.
 Marah adalah kegialaan sesaat.
 Apabila seseorang dalam keadaan marah, dia tidak dapat berada dipihak yang
benar.
 Jagalah baik-baik amarah kita karena tidak seorang pun menginginkan hal itu.
 Jangan melakukan apapun pada saat kita marah karena semua yang kita
lakukan serba salah.
 Sangat sulit untuk seorang yang sedang marah bias menjaga hubungan baik
dengan teman-temannya.
 Cahaya cinta membunuh semua kuman iri hati dan kebencian.
 Jangan membenci siapapun, tetapi berbuatlah kebaikan kepada semua orang.
 Apabila kita menyalahkan orang lain, selidikilah diri sendiri, sebab sering kali
terjadi kesalahan itu dimulai dari pada kita sendiri.
 Kebinasaan itu disebabkan 2 hal, yaitu putus asa dan bangga.(Ibnu Mas`ud)
 Hai anakku! Sesungguhnya sebagian ucapan itu lebih tajam dari mata pedang,
lebih keras dari batu, lebih pahit dari kesabaran, serta lebih menusuk dari
ujung jarum. Sesungguhnya hati itu adalah tempat persemaian bagi perkataan
yang baik.
 Menyia-nyiakan waktu lebih berbahaya daripada kematian karena menyia-
nyiakan waktu itu memutuskan diri dari Allah dan dari akhirat , sedangkan
kematian hanya memutuskan dari dunia dan isinya.(Ibnu Qayyim)
 Meniggalkan amalan karena Allah maka dia riya, beramal karena manusia
maka berbuat syirik dan ikhlas adalah Allah menyelamatkan kamu dari 2
perkara ini. (Fudhail bin Iyadh)


Photobucket

 Hati adalah cerminan jiwa yang di dalamnya ada sekeping matahari. Jika ia soleh, soleh pulalah amalannya dan jika ia rusak, rusak pulalah amalannya.
 Kekuatan komunikasi yang paling tinggi adalah berbicara jujur dengan sepenuh hati.
 Sebab kerasnya hati adalah dosa, kemaksiatan, sering bergaul dengan orang- orang yang lalai serta orang-orang yang fasiq, sedangkan yang menyebabkan hati menjadi lunak, bersih dan tentram adalah men-tauhidkan Allah .
 Cinta membuat hati yang keras menjadi lembut.


 Orang yang percaya pada dirinya, tidaklah mengharap bantuan orang lain.
 Bukan kekerasan yang mengalahkan kejahatan, melainkan kebaikan hati.
 Mempunyai hati akan bahagia bila bersemi di atas kebaikan.
 Hati yang bahagia dapat membuat muka tersenyum dan suara jadi bersahabat.
 Benci tidak dapat dihilangkan dengan benci, tetapi hanya dengan cinta.
 Tidak apa kehilangan semua harta kita, asal bukan kehilangan hati kita.
 Cita-cita yang tinggi hanya bisa diraih dengan himmah aliyah (motivasi yang
tinggi) dan niyyah shahihah (niat yang benar).(Ibnu Qayyim)

Photobucket

 Azan adalah seruan cinta bagi para pecinta dari Maha Pemilik Cinta yang Suci nan Agung. Termasukkah kamu orang-orang yang mencintai-Nya ? Maka bersegeralah kamu membalas cinta-Nya.
 Barang siapa merasa senang orang melihat amalannya(sedekah) maka dia itu adalah orang yang riya.
 Sedekah yang kita keluarkan hendaklah yang berkualitas.
 Sedikit tapi sering = banyak, banyak tapi jarang = sedikit. Karenanya, bacalah Al-Qur`an sesering mungkin walau hanya beberapa ayat. Sesungguhnya Allah
akan mengingat hamba yang senantiasa mengingat-Nya.


 Suara yang paling lembut adalah orang yang melantunan ayat-ayat Alloh .
 Nikmat solat malam sungguh tiada tara. Bila malam semakin larut, segala
makhluk beranjak ke pembaringan, sebagian yang lain larut dalam gelapnya
dunia malam yang hangar. Di saat itulah para hamba yang solat berjingkat
dalam diam, hamba mengerahkan tubuh dengan tubuh dengan wudhu, lalu
tumpas dalam penghambaan yang sungguh dalam. Nikmatnya sungguh dalam.

Photobucket

 Bukan tiada maksud Allah menciptakan manusia dengan 2 telinga dan haya
1 mulut. Sesungguhnya hamba lebih banyak mendengar dari pada bicara tanpa ilmu. (Hidayatulloh)
 Jika kita ingin memerintah seseorang, butlah kebaikan terlebih dahulu kepadanya.
 Kebajikan yang ringan adalah menunjukkan muka yang berseri-seri saat bertemu dan mengucapkan kata-kata dengan lemah lembut.(Umar bin Khattab)
 Jadilah pribadi yang ramah. Keramahan dalam bertutur kata menciptakan keikhlasan. Keramahan dalam berfikir menciptakan kebijakan. Keramahan dalam memberi menciptakan kasih sayang.
 Tolong-menolonglah, jangan sekali-kali merendahkan, apalagi menyakiti.


 Jangalah Kamu Sekali-kali
Membunuh Mahluk Ciptaan
Allah , Siapa Tahu Kamu Akan
Masuk Surga Sebagai Orang
Yang Menolong Mahluk Allah
 Keanehan dari orang yang mengucapkan perkataan tentang seseorang (menggunjing)adalah, jika perkataan itu dilaporkan kepada yang bersangkutan maka akan mendatangkan madharat baginya. Dan jika perkataan itu tidak disampaikan maka dia juga tidak memberikan manfa'at kepadanya.
 Barang siapa yang dibenci manusia karena mencari ridha Allah maka
manusia (yang lain) akan mencukupinya (membelanya). Barang siapa
yang mencari ridha manusia dengan murka Allah maka Allah akan serahkan
dia kepada munusia juga. (Ummul Mu’minin Aisyah RA)
 Hai anakku! Sesungguhnya sebagian ucapan itu lebih tajam dari mata pedang, lebih keras dari batu, lebih pahit dari kesabaran, serta lebih menusuk dari ujung jarum. Sesungguhnya hati itu adalah tempat persemaian bagi perkataan yang baik.
 Manusia ada dua macam, mukmin dan jahil (bodoh), adapaun orang mukmin maka jangan engkau sakiti, sedangkan yang bodoh jangan kau bodohi. (Ar Rabi’ bin Khaitsam)
 Hati dan ruh bisa mengambil pelajaran yang bermanfaat dari penderitaan dan
penyakit, kebersihan hati dan ruh itu tergantung sejauh mana penderitaan
jasmani dan kesulitannya.(Ibnu Qayyim)
 Kalau bukan karena cobaan dan musibah di dunia ini, niscaya manusia terkena
panyakit hati seperti: Al-Kibr (kesombongan), Al-Ujub (bangga diri)
dan Al-Qoswah (keras hati). Padahal sifat-sifat itulah yang menyebabkan
kehancuran bagi seseorang di dunia dan di akhirat. Di antara rahmat Allah ,
kadang-kadang manusia tertimpa musibah, sehingga dirinya terlindungi dari
berbagai penyakit hati dan terjaga kemurnian ubudiyyahnya (kepada
Allah ). Mahasuci Allah yang merahmati manusia dengan musibah dan
ujian.(Ibnu Qayyim)
 Wahai anak Adam, setan mendatangimu dari segala arah terkecuali dari arah atasmu, karena ia tidak dapat menghalangi antara dirimu dan rahmat Allah .(Abu Qatadah)
 Tidak ada satu bentuk keburukan pun yang sebanding dengan hasad, seorang yang hasad mampu membunuh orang lain sebelum dia sampai kepada sasarannya (orang yang dia dengki). (Muawiyah bin Abu Sufyan)
 Wahai anak Adam, juallah duniamu dengan akhiratmu maka engkau
mendapatkan keuntungan keduanya, dan janganlah engkau jual akhiratmu
dengan duniamu karena engkau akan rugi kedua-duanya.( Al-Hasan bin
al-Hasan Abu Said al Bashri)
 Barangsiapa yang dibenci manusia karena mencari ridha Allah maka
manusia (yang lain) akan mencukupinya (membelanya). Barang siapa
yang mencari ridha manusia dengan murka Allah maka Allah akan
serahkan dia kepada munusia juga. (Ummul Mu’minin Aisyah RA)
 Hati orang yang dungu berada di mulutnya, sedang mulut orang yang bijak berada di hatinya.
 Barangsiapa yang datang dengan membawa kebenaran maka terimalah meskipun ia orang jauh yang kau benci. Barang siapa datang membawa kebatilan maka tolaklah meskipun dia orang dekat yang kau cintai. (Abdullah ibnu Mas’ud)
 Wahai anak Adam, setan mendatangimu dari segala arah terkecuali dari arah atasmu, karena ia tidak dapat menghalangi antara dirimu dan rahmat Allah .(Abu Qatadah)
 Tidaklah aku melihat seseorang yang takabbur terhadap yang berada dibawahnya melainkan dia di timpakan oleh Allah kehinaan melalui orang
lain yang lebih tinggi darinya.(Abu Hatim al Basati)
 Seseorang tidak bisa dipegang amanahnya sehingga lurus lisannya dan dia tidak lurus lisannya sehingga lurus hatinya. (al Hasan al Bashri)
 Siapa yang hilang sifat-sifat kelembutannya, hilang pula sifat-sifat yang
terpuji.
 Dunia sebenarnya tidak sejelek seperti yang dilakukan orang padanya. Baik
buruknya, tergantung pada cara kita memperlakukannya sesuai dengan jalan
hidup Rosululloh memperlakukannya.
 Jangan memikirkan aib seseorang, tetapi katakanlah setiap perbuatannya yang
baik.
 Melaksanakan amanah adalah pintu rezeki.
 Jangan lupa diri kita sendiri pada waktu kita berkhutbah kepada orang
lain.(Umar bin Khattab)
 Semiskin-miskin orang adalah orang yang miskin akhlaknya.
 Sebuah tong yang penuh dengan pengetahuan, belum sama nilainya dengan
setitik akhlak.
 Orang yang menyimpan banyak harta untuk anak-anaknya tetapi tidak
memperbaiki akhlaknya, sama saja dengan memberi cukup makanan kepada
ternaknya tetapi terdapat racun di dalamnya.
 Barangsiapa yang jelek akhlaknya maka ternodai agamanya. (Fudhail bin
Iyadh)


Photobucket

 Sesungguhnya Alloh menjadikan dunia terdiri atas 3 bagian: sebagian bagi mukminin, sebagian bagi orang munafik, sebagian bagi orang kafir. Maka orang mukmin menyiapkan perbekalan, orang munafik menjadikannya perhiasan, dan orang kafir menjadikannya tempat bersenang-senang.(Abdulloh bin Abbas)
 Tak kenal maka tak sayang.
 Rasa dekat kepada Allah tidak dapat terwujud dengan seketika tetapi
melalui proses kesungguhan hati. Tidak ada proses kecuali dengan taat
kepada Allah dan Rasul-Nya.
 Karena amal yang soleh yang sedikit, kita tertipu dengan dosa dan maksiat yang terus bertambah, andai dosa itu nampak pada tubuh, apakah kita masih bangga dengan amalan yang sedikit itu? Duhai celakanya diri ini…….
 Ketika dunia diagungkan, ketika dosa diremehkan, adakah hatikan mengingat kematian? Ketika rasa malu dihilangkan, ketika agama ditinggalakan, adakah kita memiliki kehormatan?


 Beramallahseberapa banyak hajat (kebutuhan) diri kita kepada Allah . Bermaksiat dan berbuat dosalah seberapa kuat diri kita menahan azab dan siksaaan Allah .
 Janganlah kita merasa bangga dengan amal soleh yang sedikit tapi merasalah cemas dari azab Allah dan berharap ridho serta surga-Nya.
 Seandainya saja kita mengetahui jika dinampakkan pahala kita bagai pakaian yang dipakai, maka pakaian kita saat itu belum mampu menutupi lengan kita bahkan sangat minim.
 Jika cinta adalah ketertawanan, maka tawanlah cintaku hanya pada-Mu, agar tiada cinta lain yang menawanku. Jika rindu adalah rasa sakit, jadikanlah rasa itu untuk aku selalu merindukan-Mu hingga akhir nyawa meninggalkan raga di hatiku hanya untuk satu cinta.
 Siang belum sempurna tanpa kehadiran matahari, begitu pula kebijaksanaan diri belum sempurna tanpa ketaatanan pada Allah
 Bersua dengan Allah dalam hidup adalah anugerah terindah baginya. Membuatnya merasa nyaman dan tenang sebab telah berakhir semua pengembaraan. Mengistirahatkan semua ragu dan bimbang yang menggelisahkan sebab ia telah berjumpa dengan keyakinan. Hal yang akan membuatnya marasai hidup yang berbeda, sebab ia telah menemukan intisarinya. Menemukan esensinya. Kini saatnya mengabdi, bukan lagi mencari. Akhirnya, hidupnya pun akan berbeda dengan manusia-manusia ingkar tak beriman.
 Apa yang akan diperlihatkan kepada kita, lubang Neraka ataukah taman
Surga? Tiada yang bisa kita lakukan lagi di kehidupan penantian itu. Tiada
yang menjamin kita akan melihat anak tanah? Hanya menuggu malaikat
penanya datang. Lalu menanti amalan kita menghampiri kita. Tahukah kita
bagaimana rupa amalan yang akan mendatangi kita ? Apa telah berusaha?
Sungguh sedih saat kita belum menyiapkan bekal dengan baik lalu maut
menjemput kita. Apalagi yang mampu kita lakukan usai tubuh berkalang Maut
datang tanpa salam, tak menyapa.Maut tiba pada waktunya tanpa permisi.
Betulkah kita sudah berusaha menyiapkan bekal kita nanti? Seberapa benar
kita mempersiapkan itu. Tiada yang menjamin kita masih hidup esok pagi.
Maka….. mar kita persiapkan diri menghadapi hari yang pasti itu.
 Selalu, ada kegelisahan yang mengusik kalbu. Menjadi energi pencarian melelahkan sepanjang hidup hingga bersua dengan ketenangan dan kedamaian yang didamba. Meski jalan mendaki terjal dan lembah menurun yang tak ramah, ia terus mencari. Meski badai datang, kemarau kerontang, laut membentang, dan gunung menjulang menghalangi, ia tak peduli. Rasa itu meronta-ronta di dasar jiwa. Merasuk kedalam jiwa dan melantunkkan syair- syair taubat ……
 “Merenung” itu seperti cermin yang dapat menunjukkan kebaikanmu dan kejelekanmu. Dengan cermin itu pula manusia dapat melihat tanda-tanda yang diberkan Allah , baik yang jelas maupun yang samar, sehingga akhirnya ia dapat berlaku lurus di dalam pengabdian kepada Robbnya.(Hasan Al-Basri)
 Manusia yang mendapat nikmat, adalah hamba-hamba yang ikhlas menerima kebenaran. Kalbu mereka bersinar karena al-Qur'an, ilmu, dan petunjuk. Mereka berjalan di bumi menyusuri shirathal mustaqim. Mereka pun pernah menjadi mayoritas pada zamannya. Ketika langit menyentuh bumi, hingga ajaran Sang Pencipta langit tidak lagi diingkari.
 Sungguh cinta karena Allah merupakan bagian dari ikatan iman yang
paling kokoh dan pondasi-pondasinya yang mendasar. Cinta itu merupakan
jembatan yang dibentangkan oleh Robb kita antara sesama kaum
beriman. Dengan cinta ini pula hati mereka tersambung. (Dr. Aidh Al-
Qorni)
 Cinta karena Allah adalah mencintai sesuatu semata-mata untuk mengharapkan ridho Allah yang Maha Pemilik sinta yang suci nan
agung.
 Jika cintanya orang-orang yang dimabuk cinta kepada Laila dan Salma, hati akan menjadi sirna. Maka apa gerangan yang akan diperbuat orang yang dimabuk cinta, manakala hatinya sangat cinta kepada Dzat Yang Maha Mengetahui Lagi Mahatinggi ?
 Cintakan Bunga, Bunga Kan Layu
Cintakan Harta, Harta kan Binasa
Cintakan Manusia, Manusia Kan Pergi
Cintakan ALLAH Itu Yang Hakiki & Kekal ………
 Kasih Manusia Sering Bermusim
Sayang Manusia Allah Abadi
Kasih Allah Tiada Bertepi
Sayang Allah JanjiNya Pasti
 Andaikan jiwa ini memahami eksistensi Robb kita niscaya kita akan terkepas dari jasad karena jatuh cinta pada sang Pencipta.
 Seorang mukmin menanam pohon kurma dan takut bila berbuah duri. Sedangkan orang munafiq menanam pohon duri dan meminta buah kurma yan segar.(Al-Fudhail bin Iyadh)
 Mari mendekat kepada Allah ….lebih dekat dan lebih dekat lagi ……agar tunduk di saat yang lain angkuh agar teguh di kala yang lain runtuh agar tergar biarpun yang lain terlempar.
 Jaminlah diri kalian untuk mengamalkan 2 hal, niscaya itu menjadi jaminan mendapat surga yakni beramal dengan sesuatu yang dicintai Allah kendati engkau membencinya dan tinggalkan apa yang dibenci Allah kendati
engkau menyukainya. Maka barang siapa konsekuen dengan hal itu
maka surga baginya.(Abu Hazim)
 Buah keridhaan adalah kegembiraan dan kebahagiaan terhadap Allah .( Ibnu Qayyim)
 Jika kesadaran berpasangan dengan kesadaran,
cahaya akan bertambah dan jalan menjadi terang;
tapi jika binatang buas mendampingi sesamanya,
kegelapan akan bertambah dan jalan pun lenyap
 Seorang yang beriman ketika membayangkan dosanya, dia seolah-olah duduk di bawah gunung yang khawatir gunung itu akan jatuh menimpanya.
 Makin banyak dosa, makin jauh jarak kita dengan Allah ……
 Dunia ini laksana sebuah hutan, orang yang berada di dalamnya berasa
tersesat, kecuali yang Allah beri petunjuk.
 Kebahagiaan tidak terletak dengan memilih apa yang kita inginkan, melainkan
karena kita tidak menginginkan apa yang tidak dapat kita miliki yaitu harta.
 Kebahagiaan berakar dalam batin dan ia tumbuh di atas ketentraman jiwa
yakni cinta kepa Robb alam semesta.
 Bahagia itu adalah tunduk dan patuh mengikuti perintah Allah dan Rosul-
Nya.
 Pemerintahan yang paling baik adalah pemerintahan yang mengajak kita
menaati Allah dan Rosul-Nya.
 Seseorang dapat hidup dengan Ayah dan Ibu, tetapi tidak mungkin hidup tanpa
kasih saying Allah .
 Hidup tidak ada harganya bagi orang yang tidak mempunyai kawan sejati,
ialah Al-Quran dan As-Sunnah.
 Jangan sampai kita menyesal di saat penyesalan tak lagi berguna. Ketika ayah
dan bunda telah tiada. Saat itulah kita sungguh-sungguh menyesali mengapa
tidak pernah benar-benar serius untuk berbakti kepada mereka.
 Tiada tempat tinggal bagi seseorang yang akan dihuni setelah kematiannya
kecuali tempat tinggal yang telah ia bangun sebelum kematiannya. Jika ia
membangunnya dengan kebaikan maka indahlah tempat tinggalnya, namun
jika ia bangun dengan keburukan dosa-dosa niscaya merugilah pemiliknya,
maka tanamlah pokok ketakwaaan itu selama kamu mampu, ketahilah bahwa
kamu akan menjumpai-Nya setelah kematiaannya.
 Sesungguhnya sedikitnya perkara halal, di sisi Allah itu banyak. (Fudhail
bin Iyadh).
 Ketakutan seorang hamba dari Allah itu tergantung dari kadar
pengenalannya kepada Allah , semakin tinggi pengenalannya kepada Allah
maka semakin takut ia kepada Allah , begitupun sebaliknya semakin rendah
pengenalannya kepada Allah maka ia semakin tidak mengenal Robbnya.
(Fudhail bin Iyadh)
 Dengan kemunduran suatu teknologi, tapi semakin takwa maka inilah
kemajuan.
 Kebaikan itu adalah apa yang tenang kepadanya jiwa dan menentramkan hati,
sedang dosa adalah apa yang menimbulkan rasa sesak dan ragu-ragu dalam
jiwa dan kebimbangan dalam dada.


Photobucket

 Tidak ada yang lebih berbahaya daripada apabila akal itu di atas wahyu,
karena di asalnya dari syeiton.
 Kita tidak dapat menghancurkan akal dengan membunuh manusianya, tetapi
dapat diganti dengan wahyu yaitu A-Quran dan As-Sunnah.


 Suatu akal yang akan tumbuh lebih baik sekiranya ditanamkan di bawah
wahyu. Bukan akal diper-Tuhankan.
Photobucket