Subscribe RSS

Bambu sudah dikenal oleh masyarakat sebagai bahan bangunan sejak ratusan tahun lalu. Tanaman rumpun bambu dapat ditemui di pedesaan, bahkan sebagian besar masyarakat desa mempunyai rumpun bambu di pekarangannya. Bambu juga digunakan untuk berbagai keperluan masyarakat, mulai dari keperluan di bidang keagamaan, sampai upacara kematian.

Di samping kekuatan bambu cukup tinggi (hasil penelitian yang kami lakukan, kekuatan tarik pada bagian kulit bambu untuk beberapa jenis bambu melampaui kuat tarik baja mutu sedang), ringan, sangat cepat pertumbuhannya (hanya perlu 3-5 tahun sudah siap ditebang), berbentuk pipa berruas sehingga cukup lentur untuk dimanfaatkan sebagai kolom, namun bambu juga mempunyai kelemahan berkaitan dengan keawetannya.

Untuk memperoleh keawetan dalam pemakaian bambu, masyarakatpun sudah mengenal dan mempunyai cara-cara pengawetan secara tradisional, seperti metode perendaman, pengasapan dan pemasukan larutan bahan kimia ke dalam bambu. Pengwetan secara modernpun sudah dikembangkan di Laboratorium Teknik Struktur Jurusan Teknik Sipil FT UGM sejak awal tahun 1990-an. Dari penelitian ini diperoleh metode pengawetan yang efektif dengan menggunakan larutan bahan kimia yang dimasukkan ke dalam batang bambu secara tekanan.

Masalah mendasar pemasyarakatan pemakaian bambu di Masyarakat adalah informasi cara-cara pengawetan bambu, cara mengkonstruksi bangunan bambu belum sampai di masyarakat, sehingga masyarakat membangun rumah bambu hanya mendasarkan konstruksi bambu seperti yang pernah dilakukan oleh para nenek-moyang. Untuk ini pada tulisan ini akan disampaikan prinsip-prinsip konstruksi bambu.

Pertanyaaan mendasar adalah, kenapa bangunan bambu yang dikonstruksi secara benar dapat tahan gempa? Sesungguhnya konstruksi bangunan dengan berbagai bahan penyusun dapat dikonstruksi tahan terhadap gempa. Pada prinsipnya bangunan tahan gempa dimaksudkan untuk meminimalisir korban yang berasal dari penghuni/pemakai bangunan tersebut. Dengan kata lain, penghuni bangunan dapat segera keluar dari bangunan yang terkena gempa dengan selamat pada saat terjadi gempa.

Sesuai dengan prinsip dasar bangunan tahan gempa yang harus diusahakan seringan mungkin, maka bahan bambu sangat memenuhi persyaratan ini, juga bambu dikenal dengan kelenturannya yang cukup tinggi. Pada bangunan tahan gempa, bambu dapat digunakan sebagai elemen balok, kolom, pendukung atap, pengisi dinding, maupun lantai. Pemakaian bambu (gedhek) untuk elemen dinding pada bangunan rumah dengan rangka kayu seperti rumah-rumah tradisional di DIY dan Jawa Tengah akan menjadikan bangunan tersebut menjadi ringan. Di samping dipakai dalam bentuk anyaman gedhek, bambu dapat digunakan sebagai elemen dinding dalam bentuk galar, atau bilah yang dipasang horisontal dengan direnggangkan dan diplester dengan mortar (adukan pasir dan semen), dapat pula berbentuk anyaman bilah dengan anyaman utama berarah horisontal dan diplester dengan mortar. Konstruksi ini cukup ringan namun mempunyai kelenturan yang cukup. Untuk konstruksi rangka atap juga dapat menggunakan bahan bambu, bahkan di India sudah dikembangkan atap gelombang dengan anyaman bambu yang dilaminasi.

Pada prinsipnya rumah bambu tahan gempa harus dibuat dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Mengunakan bambu yang sudah tua, sudah diawetkan dan dalam keadaan kering,

b. Rumah bambu didirikan di atas tanah yang rata,

c. Pondasi dan sloof (sloof diangker ke pondasi di setiap jarak 50-100 cm) mengelilingi denah rumah,

d. Ujung bawah kolom bambu masuk sampai pondasi, diangker dan bagian dalam ujung bawah kolom diisi dengan tulangan dan mortar),

e. Elemen dinding yang berhubungan dengan sloof atau kolom harus diangker di beberapa tempat,

f. Di ujung atas kolom diberi balok ring yang mengitari denah bangunan, elemen dinding juga harus di angker dengan balok ring tersebut,

g. Bila ada bukaan dinding seperti angin-angin, jendela dan pintu, harus diberi perkuatan di sekeliling bukaan tersebut,

h. Pada setiap pertemuan bagian dinding dengan bagian dinding lainnya, harus ada kolom dan dinding diangker kolom tersebut,

i. Rangka atap (kuda-kuda) bisa dikonstruksi dengan tumpuan sederhana (sendi-rol), di mana setiap dudukan rangka atap harus diletakkan pada posisinya, dan perlu diangker dengan kolom,

j. Ikatan angin pada atap harus dipasang di setiap antar kuda-kuda. Ikatan angin ini dipasang pada bidang kemiringan atap di bawah penutup atap, dan pada bidang vertikal diantara dua kuda-kuda.

Kelebihan penggunaan bambu sebagai bahan bangunan

1. bambu dikenal sebagai bahan bangunan yang dapat diperbarui

2. Tidak perlu menggunakan tenaga terdidik,

3. Cukup menggunakan alat-alat sederhana yang mudah didapat di sekitar kita,

4. Cukup nyaman tinggal di dalam rumah bambu,

5. Masa konstruksi sangat singkat,

6. Biaya konstruksi murah.

Di samping kelebihan di atas, bangunan bambu mempunyai kekurangan antara lain:

1. Belum hilangnya konotasi masyarakat bahwa bambu dikenal sebagai bahan bangunannya orang miskin,

2. Hampir tidak ada fasilitas kredit dari perbankan, karena kurang yakinnya pihak perbankan,

3. Belum ada standar nasional rumah bambu.

Category: | 0 Comments

20 Oktober 1968, Olympic Stadium, Mexico City..
Lomba Marathon dalam rangka Summer Olympics tahun 1968..Sore hari menjelang gelap…

Telah lama berlalu sorak sorai penonton menyambut sang juara. Telah hilang gegap gempita gemuruh stadion. Tak ada lagi kilatan lampu bliz dari para wartawan. Telah usai juga prosesi pengalungan medali juara. Para penonton pun akan beranjak meninggalkan stadion.

Namun, sesaat kemudian, bunyi sirene mobil polisi lambat laun semakin keras terdengar. Semakin dekat dan mulai memasuki stadion. Di depan mobil polisi tersebut, tampak seorang atlet berlari dengan susah payah. Kakinya terlihat pincang dan berdarah. Namun ia tetap berlari…

Sebelumnya, pada awal perlombaan lari marathon tersebut, terjadi tabrakan fatal dengan pelari lari. Ia diminta berhenti karena lukanya yang cukup parah dan berceceran darah. Namun ia tidak mau, ia tetap berlari menuju garis akhir finish.

Pelari yang sangat diharapkan oleh negaranya untuk meraih medali, hari itu memasuki finish sebagai pelari terakhir.. tepatnya nomor 57 dari 74 pelari marathon yang mengikuti lomba tersebut.

Wow.. tunggu dulu, anda jangan memvonis pelari itu sebagai pelari yang gagal. Yang membuat saya kagum dan bergetar adalah ucapannya ketika ditanya mengapa ia tidak berhenti berlari ketika terluka di awal pertandingan. Inilah jawabannya.

“My country did not send me 7000 mil to Mexico City just to start the race. They sent me to finish.”

(“Negara saya tidak mengirim saya 7000 mil ke mexico city hanya untuk memulai pertandingan, mereka mengirim saya untuk menyelesaikannya!)

Kisah sang pelari marathon ini menjadi inspirasi bagi kita. Terkadang, kendala dan duri kecil membuat kita berhenti untuk berlari. Padahal sesunggunya kita tau bahwa garis finish kita sudah ada di depan kita. Dari ucapan akhwari kita dapat belajar banyak bahwa jangan pernah menyerah jika telah memulai sesuatu.

Dalam dunia wirausaha, kisah pelari ini dapat menjadi inspirasi bagi kita. Ketika mulai membangun usaha, terkadang tak semuanya berjalan sesuai rencana. Walaupun telah berlatih keras, namun tak menduga bahwa ia akan mendapat kecelakan di awal perlombaan.

Begitu juga dengan bisnis, business plan yang telah disusun rapi mungkin menjumpai kebuntuan dan berbagai permasalahan ketika usaha tersebut berjalan. Dan memang ini yang biasanya terjadi. Bahkan, terkadang membuat kita merasa, dan mulai berpikirin bahwa usaha yang kita baru saja mulai jalankan tidak prospektif, tidak menguntungkan, dan susah dikelola.

Berbagai alasan pun biasanya mulai muncul, “susah pak..”.. “sepi pengunjung..” ..”lokasinya jelekk..” dan sebagainya dan sebagainya. Namun, dengan adanya kendala tersebut hendaknya jangan membuat kita berhenti “berlari”. Teruslah berlari. Lakukan penyesuaian. Bisa dengan “memerban kaki”, berlari dengan tongkat, walau berdarah darah dan terpincang pincang. Tetap lah berlari menuju garis finish. Insya Alloh setiap detik garis finish lebih dekat.

Ingatlah juga walaupun kita berlari sambi berdarah-darah.. banyak “pelari” lain yang masih berjalan, bahkan tertidur.

Semoga Anda menjadi diri sendiri yang luar biasa!

Biografi Ibu Burhani Rasyid yang selalu memotivasi anaknya dalam belajar FISIKA

Ny. Burhani Rasyid, lahir pada tanggal 18 Agustus 1964. Beliau adalah anak kandung dari pasangan suami isteri Abd. Rasyid dan Lija. Beliau adalah anak ke-4 dari 6 bersaudara. Beliau bersekolah di SD Negeri Battang Palopo selama 6 tahun. Kemudian lanjut di Sekolah Menengah Pertama ( SMP ) Negeri 3 Palopo selama 3 tahun dan lanjut di Sekolah Menengah Ekonomi Atas Negeri ( SMEAN ) 1 Palopo.

Setelah lulus dari SMEAN, beliau melanjutkan sekolahnya ke Universitas Muslim Indonesia ( UMI ) di Makassar. Beliau mengambil program S1 Fakultas Ekonomi dan kuliah selama 5 tahun. Beliau menikah pada tanggal 26 Desember 1986 dengan Bapak Hasruddin Djaya. Dari pernikahannya, beliau dikaruniai 5 anak. Anak pertama mereka yang bernama Arsyad Jaya yang sangat gemar akan FISIKA.

Ny. Burhani Rasyid senantiasa mendukung anaknya dengan pelajaran kesukaannya itu. Beliau yakin bahwa dengan mendukung potensi anaknya dalam belajar FISIKA dapat membuat anaknya sukses dengan kegemarannya tersebut.

Beliau memiliki semangat yang tinggi untuk dapat memotivasi orang lain termasuk anaknya sendiri (Arsyad) sehingga dengan semangat dan dorongannya, kini Arsyad termotivasi untuk belajar dan mendalami ilmu fisika.

Dalam hidup yang singkat ini beliau memiliki pepatah “Raihlah keinginanmu dimanapun akan tetapi jangan lupakan orang di belakangmu dengan pepatah itu semangat untuk belajar dan mendalami ilmu fisika yang banyak orang – orang bilang sangat sulit penuh dengan rumus – rumus. Oleh karena itu tetaplah berjuang, berusaha, dan berdoa. Janganlah sesekali kamu menyombongkan diri jika kamu sukses nantinya”, kata Beliau.

Biografi Bapak DR. Lalu Abd. Khalik, M.Hum yang selalu memotivasi anaknya dalam belajar FISIKA

DR. Lalu Abdul Khalik, M.Hum, lahir pada tanggal 17 Agustus 1963.Beliau adalah anak ke-2 dari 7 bersaudara dari pasangan suami isteri Lalu Idris dan Baiq Nurjannah. Beliau bersekolah di Mataram, Nusa Tenggara Barat sejak SD hingga SMA. Beliau menamatkan Pendidikan SMA di SMA Muhammadiyah Mataram.

Setelah menamatkan SMA, beliau melanjutkan pendidikannya di Universitas 45 Makasar program S1 sastra Inggris. Setelah menyelesaikan S1, beliau menjadi Dosen di Universitas 45 Makassar dan menikah dengan Rusmiati dan mempunyai seorang anak. Kemudian beliau melanjutkan lagi S2 di Universitas 45 Makassar.

Pada tahun 2010, beliau telah menyelesaikan program S3 di Universitas Hasanuddin Makassar. Setelah itu, beliau sering keluar kota dan mengajar di berbagai Universitas.

Beliau selalu mendukung dan memotivasi anaknya dengan sesuatu yang digemari anaknya. Salah satu hal yang disukai anaknya adalah FISIKA. Beliau senantiasa mendukung anaknya dalam belajar FISIKA. Tidak hanya itu, beliau mandukung segala hal yang bermanfaat bagi anaknya.

Beliau juga tak lupa mengingatkan kepada anaknya untuk tetap bersyukur kepada Alloh –Subhanahu Wa Ta’ala- ketika anaknya sukses nantinya.

Dalam hidup yang singkat ini Beliau memiliki pepatah “ Raihlah keinginanmu dimanapun akan tetapi janganlah kamu melupakan orang yang telah memberikan kamu dukungan serta doa dari orang tuamu.

Biografi Ibu Sri Dewi yang selalu memotivasi anaknya (maya) dalam belajar FISIKA

Seorang Ibu rumah tangga, Sri Dewi lahir di lamongan, 31 desember 1972. Beliau merupakan anak ke 5 dari 7 bersaudara, beliau seorang ibu rumah tangga dengan setia mengasuh dadn menjaga anaknya. Beliau memiliki anak 2 dari perkawinan dengan seorang laki – laki yang baik.

Beliau tidak memiliki gelar apapun akan tetapi beliau memiliki semangat yang dapat memotivasi orang lain termasuk saya anaknya sendiri (maya) sehingga dengan semangat dan dorongannya. Kini Maya termotivasi untuk belajar dan mendalami ilmu fisika.

Dalam hidup yang singkat ini beliau memiliki pepatah “ Raihlah keinginanmu dimanapun akan tetapi jangan lupakan orang dibelakangmu dengan pepatah itu semangat untuk belajar dan mendalami ilmu fisika yang banyak orang – orang bilang sangat sulit penuh dengan rumus – rumus.

Oleh karena itu tetaplah berjuang dan tak lupa berdoa kepada yang maha kuasa sebagai mana rasa bersyuklur kita kepada Alloh –Subhanahu Wa Ta’ala-.


KUTIPAN BIOGRAFI DARI ORANG TUA MEMOTIVASI ANAK-ANAKNYA BELAJAR FISIKA

Drs. Sitti aisyah lahir di Bone 2 Oktober 1961. Anak kedua dari enam bersaudara ini sejak kecil sangat lincah dan cerdas. Ia memiliki jiwa yang teguh dan sangat tegas. Ia hanya duduk dibangku SD selama empat tahun. Saat kelas 1 SD karena ia sangat pandai ia diusulkan gurunya untuk naik ke kelas 3 karena dinilai lebih pintar dari kakak kelasnya yang berada di kelas 2 SD. Setelah di tes ternyata ia betul-betul pandai. Begitu pula dikelas 3 ia sudah memahami pelajaran kelas 4 lebih dahulu sebelum ia meranjak kelas 4 karena ia sering membaca buku kakak sepupunya sehingga ia sangat pandai dan langsung naik ke kelas 5 tanpa harus melewati satu tahun lagi. Begitu pula di SMP, ia tetap pandai dan cerdas,keberhasilannya sejak SD kembali di SMP. Sebelum duduk dibangku kelas 2 sudah naik kekelas 3 SMP.

Sejak kecil ia memang senang mengajar. Ia selalu mengajar adik-adiknya dan teman-teman akrabnya. Mengajar mengaji, membaca, menghitung, ataupun menggambar.

Setelah SMA, atau diusia remajanya ia pun gesit dan agresif dalam belajar. Ia selalu ingin mengalahkan teman-temannya dikelasnya, jika ia merasa dikalahkan ia sangat marah. Jadi jiwa kependidikannya sudah tertanam sejak itu.

Menikah tahun 1989 dengan seorang yang bernama Ir.Mansur yang merupakan temannya saat SMA dulu. Dan dikaruniai dua anak. Ia mendidik anaknya dengan penuh rasa keibuan namun dengan sedikit ketegasan. Ia mendidik anak-anaknya secara disiplin. Disiplin ilmu, disiplin pakaian, dan disiplin kebersihan.

Bagaimana cara memotivasi anaknya untuk belajar fisika, hanyalah mendidik dengan sedikit ketegasan, seperti mengajar kedua anaknya setelah shalat isya sampai pukul 9 malam. Ia memotivasi anaknya untuk selalu rajin mengulang pelajaran dan sering berlatih untuk mengerjakan soal-soal. Ia juga memasukkan anak-anaknya ke tempat-tempat les atau mengikuti bimbingan belajar. Agar pelajaran akan lebih mantap dipahami, sehingga tidak heran kedua anaknya itu sangat pandai. Anak pertamanya sudah berhasil masuk dikuliah kedokteran. Anak keduanya juga pandai,iapun ingin mengikuti jejak kakaknya. Belajar harus dilakukan dengan penuh semangat juga dengan kondisi spiritual dan intelektual yang baik. Begitu juga prinsip dalam belajar. Sebuah keberhasilan yang diraih berdasarkan usaha yang keras dan doa kepada Alloh –Subhanahu Wa Ta’ala-.

Kak Titin lagi bersih-bersih.

Sekian dan Terimah kasih.