Subscribe RSS

Para ayah & bunda yang setiap hari berkendara dan membawa sendiri kendaraan mari kita sisihkan waktu sejenak saja untuk membaca kisah berikut ini dan mari kita renungkan. Semoga kita bisa mulai menarapkannya hari ini juga. Semoga Alloh -subhanahu wa ta’ala- memberi taufik kita semua.


Suatu hari saya naik sebuah taxi dan menuju ke Bandara. Kami melaju pada jalur yang benar ketika tiba-tibasebuah mobil hitam melompat keluar dari tempat parkir tepat di depan kami. Supir taxi menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa cm dari mobil tersebut.


Pengemudi mobil hitam tersebut mengeluarkan kepalanya &mulai menjerit ke arah kami. Supir taxi hanya tersenyum & melambai pada orang orang tersebut. Saya benar-benar heran dengan sikapnya yang bersahabat. Maka saya bertanya, "Mengapa anda melakukannya? Orang itu hampir merusak mobil anda dan dapat saja mengirim kita ke rumah sakit!" Saat itulah saya belajar dari supir taxi tersebut mengenai apa yang saya kemudian sebut "Hukum Truk Sampah".


Ia menjelaskan bahwa banyak orang seperti truk sampah. Mereka berjalan keliling membawa sampah dalam diri mereka, seperti frustrasi, kemarahan, kekecewaan. Seiring dengan semakin penuh kapasitasnya, semakin mereka membutuhkan tempat untuk membuangnya, & seringkali mereka membuangnya kepada anda dan siapa saja yang ada di dekatnya.


Jangan ambil hati, tersenyum saja, lambaikan tangan, berkati mereka, lalu lanjutkan hidup dengan santai dan damai. Jangan ambil sampah mereka untuk kembali membuangnya kepada orang lain yang anda temui, di tempat kerja, dirumah atau dalam perjalanan.


Intinya, orang yang sukses adalah orang yang tidak membiarkan "truk sampah" mengambil alih hari-hari mereka dengan merusak suasana hati.


Hidup ini terlalu singkat untuk bangun di pagi hari dengan penyesalan, maka: Kasihilah orang yang memperlakukan anda dengan benar, berdoalah bagi yang mereka yang belum bisa melakukannya.


Hidup ini adalah bukan apa yang terjadi, melainkan reaksi kita pada apa yang terjadi.

Hidup bukan mengenai menunggu badai berlalu, tapi tentang bagaimana belajar menari dan bergembira menikmati sejuk dan segarnya hujan.


Selamat menikmati hidup yang diberkati & bebas dari "sampah" diri dan orang lain. Safe Drive, ingatlah selalu anak-anak dan keluarga kita menantikan kita pulang dengan selamat.


Kisah ini saya terima dari seorang sahabat di Medan semoga bisa memberikan kebaikan bagi kita dan bangsa ini.

Sumber: Ayah Edy

0 comments to “1 MENIT RENUNGAN BAGI PARA AYAH & BUNDA, SEBELUM BERKENDARA DI JALAN”

Note: only a member of this blog may post a comment.