Subscribe RSS

Suatu ketika saya mendapat kiriman email dari seorang ibu yang mengaku katanya pendengar setia acara Indonesian Strong from Home, yang di tayangkan tiap Sabtu pagi di Smart FM., beliau juga mengaku pembaca buku yang saya tulis dan telah memraktekkan pesan-pesan yang ada didalamnya satu demi satu...., ini bukan promo lho...tapi memang begitulah pembukaan isi suratnya.

Lalu pada bagian pembukaan kedua surat tersebut beliau juga memberikan beberapa pujian yang tidak perlu saya sebutkan tentunya, karena saya takut kepala saya benjol lagi karena waktu pertama kali saya baca pujian-pujian itu, tubuh saya tiba-tiba melayang ke atas hingga kepala saya sempat beberapa kali membentur atap.

Setelah itu si Ibu ini bercerita tentang bagaimana asyiknya ia membaca buku saya, yang katanya sampai tanpa sadar kepalanya mengaangguk-angguk tanda setuju, karena ternyata buku yang di bacanya ini berjudul 37 kebiasaan orang tua yang telah membuat anaknya suka melawan dan susah di atur. Jadi kelihatannya anggukan kepalanya itu sebagai pertanda setuju kalau beberapa diantaranya atau mungkin malah sebagian besar dari kebiasaan tersebut pernah dilakukannya.

Setelah dua kali menamatkan buku itu, kata si Ibu tadi, lalu ia mulai berusaha untuk mengubah kebiasaannya satu demi satu, tapi sayangnya ternyata itu tidak mudah..lho, selalu saja lupa dan kelepasan katanya....terutama untuk tidak marah dan membentak. Namun berkat niatnya yang begitu besar dan kerjasama yang erat dengan suami akhirnya beberapa bagian terberat bisa dia lewati dengan baik, artinya kebiasaan buruknya bisa ia ganti dengan yang baik. Dan ajaib katanya, anak saya prilakunya mulai berubah menjadi lebih baik dari hari ke hari. Wah saya senengnya bukan main, dan jadi semakin tertantang untuk menerapkan semuanya nich...katanya.

Perlahan tapi pasti, si ibu ini terus berusaha untuk merubah kebiasaan buruk satu demi satu. Ibu ini mengatakan, ternyata semakin banyak kebiasaan yang saya perbaiki maka semakin anak saya juga berubah menjadi lebih baik lagi lho. Wow nggak nyangka katanya hampir seperti sulapan.

Namun sayangnya ketika tiba pada kebiasan yang ke- 36, yakni pada waktu saya berusaha mengikuti kebiasaan untuk tidak menonton tanyangan2 TV yang tidak mendidik dirumah, wah bukan main, rasanya ini sangat berat sekali...sempat terjadi dilema karena saya dan anak-anak saya termasuk penggemar berat TV dengan berbagai tayangannya. yang ternyata baru saya sadari belakangan ini kalau itu sangat berpengaruh terhadap prilaku dan gaya hidup anak-anak saya selama ini.

Namun katanya lagi, karena dia merasa telah berhasil menerapakn poin-poin sebelumnya, si ibu ini yakin di poin inipun ia pasti akan berhasil lagi. Maka dengan modal tekad dan juga nekad, si ibu berusaha mengikutinya, bahkan ia nekad untuk memutus kabel antena saluran TVnya. Bukan main... Lalu apa yang terjadi katanya; se isi rumah jadi heboh..., si ibu jadi banyak menuai protes dari anak-anaknya. Sudah saya sendiri juga merasa tersiksa tidak bisa melihat TV lagi, ditambah lagi protes dari anak-anak yang sangat keras, jadi memang kali ini terasa sungguh berat buat saya dan juga anak-anak. Tapi apapun yang terjadi saya harus tetap tegar. Kemudian dengan segenap kekuatan dan upaya katanya, saya coba jelaskan pada anak-anaknya mengapa keputusan ini sampai ia lakukan.

Sesuai saran dari buku itu lagi katanya segeralah ia mengajak anaknya untuk mencari kegiatan/aktifitas lain yang menjadi hobi mereka masing-masing, yang selama ini terpendam dan tidak tersalurkan akibat terlalu banyak duduk terhipnotis di depan TV.

Minggu-minggu berikutnya kata si ibu ini lagi, Protes-protes itu mulai mereda setelah anaknya mulai melakukan berbagai macam aktivitas. ada yang ikut kursus beladiri taekwondo, dan kebiasaan luar biasa lainnya. Ia menceritakan pengalamannya yang katanya sungguh menakjubkan, setelah ia menerapkan kebiasaan tidak menonton TV, dan menggantinya dengan membaca aktif baik dari koran ataupun majalah.

Wah....anak-anak saya sekarang menjadi jauh lebih aktif, kemudian terjadi juga kebiasaan yang menarik dari anak saya yang paling kecil, yang biasanya dia cepat marah menjadi lebih lembut, yang biasanya suka memukul jadi tidak memukul lagi, mereka jadi lebih jarang bertengkar, melainkan lebih banyak diskusi, saya jadi kagum dengan kemampuan anak-anak saya yang selama ini tidak pernah saya ketahui, mereka ternyata sungguh anak-anak yang luar biasa katanya, lalu dalam bagian akhir surat si Ibu ini menulis; jika saja kita para orang tua mau merubah kebiasaan-kebiasaan kita dan mau mengambil tanggung jawab sebagai orang tua, tidak hanya melimpahkan pada pengasuh atau para suster atau siapapun, maka kita akan segera menemukan kepuasan tersendiri dalam mendidik anak-anak kita, terutama manakala melihat mereka tumbuh menjadi anak-anak yang luar biasa dan membanggakan.

Para orang tua dan guru yang berbahagia dimanpun anda berada. Dari semua uraian ibu ini saya hanya ingin menambahkan satu kalimat saja: Mari kita bangun Indonesia yang kuat melalui anak-anak kita tercinta ! kalau bukan kita siapa lagi? kalau bukan sekarang kapan lagi..?

Sumber: Ayah Edy

0 comments to “EMAIL SEORANG IBU YANG LUAR BIASA !”

Note: only a member of this blog may post a comment.