Subscribe RSS

Suatu hari ada orang tua yang bertanya tentang anaknya yang berusia balita, bila di minta pergi ke sekolah di sulit sekali, dan jika di paksa dia tidak mau turun dari mobil, dan bahkan belakangan ini sering mengeluh kepalanya pusing, sakit perut dan sebagainya...

Apakah anak saya berbohong atau apa? tanya seorang ibu kebingungan kepada saya.

Kebetulan anaknya yang berusia 5 tahun itu di ajak juga untuk bertemu dengan saya. Lalu saya jelaskan bahwa dalam kasus ini sepertinya anak ibu tidak berbohong, apa lagi jika sebelumnya tidak pernah mengeluh seperti itu. Saya melihat ini lebih cenderung pada gejala stress anak menghadapi sekolahnya atau yang juga dikenal sebagai Gejala Psikosomatis.

Pada ibu ini saya jelasakan bahwa dulu sistem pendidikan menganut pada prinsip bahwa setiap anak adalah sama dan seragam sehingga setiap anak harus bisa mengikuti keinginan gurunya. Namun setelah dilakukan penelitian 30 tahun terhadap anak, ternyata ditemukan bahwa masing-masing anak itu unik, baik secara fisik, psikologis maupun cara otaknya bekerja. Oleh karena itu sistem pendidikan modern telah mengubah prinsip dasar sistem pengajarannya bahwa setiap anak memiliki keunikan masing-masing, maka guru dan sekolah harus bisa memfasilitasi masing-masing keunikan anak tsb agar mereka semua bisa berhasil dalam proses belajar. Ya semua anak harus bisa berhasil.

Lalu si ibu tadi menyanggah, Padahal saya sudah sekolahkan dia di sekolah yang mahal lho......

Nah itu masalahnya, Mahal tidak menjamin menjalankan prinsip pendidikan sesuai fitrah anak, dan bahkan banyak juga yang di atas kertas sudah mencanangkan sistem pendidikan yang modern namun di lapangan masih saja para gurunya menerapkan sistem dan cara belajar lama. Nah disinilah kuncinya, untuk mengetahui apakah sebuah sekolah bagus atau tidak, kita bisa perhatikan dari dua aspek, yang pertama adalah anak kita semakin kritis dan berani mengungkapkan pendapat dan yang kedua adalah prilakunya santun dan peduli.

Biasanya sekolah yang baik akan membuat anak-anaknya betah bersekolah atau bahkan membuat anaknya lebih senang bersekolah dibandingkan libur.

Setelah saya memberi penjelasan pada Ibunya lalu saya anaknya saya ajak bicara, di luar dugaan dia berani menjawab dengan sangat jelas sekali; Saya awali pertanyaan saya seperti ini;

Sayang, nak apa kamu suka bersekolah....dia diam...tidak menjawab.

Apakah kamu ada masalah di sekolah....dia mengangguk

Apakah kamu ada masalah jadi sekarang tidak suka bersekolah..? dia mengangguk..lagi.

Apakah masalahnya dengan teman atau guru....? dia mulai menjawab guru.

Apakah semua guru, beberapa guru atau hanya satu guru...? dia menjawab hanya satu.

Boleh ayah tahu namanya....? dia menjawab Ibu X

Lalu saya menoleh ke Ibunya...., Ibu dengar...penjelasan langsung anak ibu...?

Akhirnya si Ibupun mengangguk, ya Ayah mungkin anak saya benar. Karena sejak ia ganti guru dia menjadi berubah seperti ini.

Lalu saya harus bagaimana ayah...? Ya sekolah yang baik adalah sekolah yang guru-gurunya menjadi favorit bagi murid-muridnya, jadi pertama coba ajak pihak sekolah untuk bekerjasama; jelaskan hasil pembicaraan kita ini pada sekolah dan kita lihat responnya. Jika masalah ini di tanggapi positif dan dilakukan usaha dan tindakan perbaikan, maka itu sekolah yang peduli namanya.


Lalu jika tidak di tanggapi dan tidak ada perbaikan bagaimana...?

Ya saya pikir ibu bisa mengambil kesimpulan sendiri ; dan menurut saya sudah saatnya kita memilih sekolah yang peduli pada permasalahan tiap siswanya. Karena kunci keberhasilan siswa adalah pada kepedulian pihak orang tua dan sekolah. Pendidikan itu tidak akan berhasil tanpa kepedulian dari orang tua dan pihak sekolah.

Mari kita bangun kerjasama anatar orang tua dan sekolah untuk membuat anak-anak kita sukses belajar dan bukannya saling melempar tanggung jawab.

Sumber: Ayah Edy

0 comments to “GEJALA TEKANAN KEJIWAAN PADA ANAK”

Note: only a member of this blog may post a comment.