Subscribe RSS

Suatu ketika saya pernah ditanya tentang Home Schooling; Lalu saya jawab Home schooling artinya Melakukan aktivitas Pembelajaran dirumah, tapi home schooling bukan berarti memindahkan kurikulum sekolah ke rumah. Home schooling juga merupakan pendidikan alternatif yang terjangkau oleh semua kalangan, memberikan kemerdekaan untuk memilih model dan waktu pembelajaran yang cocok bagi anak. Kurikulumnya bisa dibuat sesuai kebutuhan dan tujuan akhir pembelajaran bagi anak.

Dan berita baiknya adalah Home Schooling sudah mendapat restu dari pemerintah dan kalau tidak salah Kak Seto adalah sebagai ketuanya assosiasi Home Schooling di Indonesia.

Sebenarnya home schooling bukanlah barang baru, kalaupun mungkin masih barang baru di negeri kita namun di dunia sudah mulai dikenal lebih dari 20 tahun yang lalu. HS awalnya munculnya sekitar tahun 80an di Eropa dan Amerika, Home schooling muncul sebagai bentuk gejolak dan kegundahan orang tua terdidik terhadap kelayakan sekolah-sekolah yang saat itu. Karena dunia pendidikan saat itu dinilai lebih mementingkan nilai-nilai dan angka-angka semata ketimbang mendidik seorang anak secara utuh, yakni keseimbangan antara unsur intelektual, mental, dan moral/karakter..

Para orang tua yang peduli pendidikan kala itu menilai bahwa sekolah yang tidak peduli akan pendidikan Moral dan Karakter anak hanya akan menjadi tempat persemaian yang subur bagi penyebaran berbagai penyakit moral. Jika tidak salah sejak tahun 2000 di negara-negara maju Home Schooling sudah secara resmi diaku oleh Pemerintah masing-masing.

Lalu apakah home schooling ini efektif dan bisa menghasilkan anak-anak yang berkualitas...?

Berdasarkan bukti-bukti sejarah para jenius dunia seperti Leonardo Davinci dan Thomas Edison adalah anak-anak yang dulunya di didik dengan metode home schooling. Dan dalam buku Home Schooling yang ditulis oleh Kak Seto, menjelaskan bahwa di Indonesia sendiri tokoh-tokoh besar seperti Ki Hadjar Dewantoro, KH. Ahmad Dahlan, KH. Wachid Hasyim dan Buya Hamka dididik oleh orangtuanya dengan metode Home Schooling.

Dan yang menarik, di daerah Bantul Yogyakarta ada Seorang Dosen Pascasarjana Kimia UGM, Pak Djoko namanya, yang malah melakukan pendidikan Home Schooling terhadap ke 5 orang anaknya. Meskipun Pak Djoko sendiri adaah seorang yang sudah bergelar Doktor. Dan hasilnya ternyata sungguh luar biasa, Dalam usia yang begitu muda mereka berhasil menciptakan Bio Chip dan alat deteksi jantung untuk dunia kedokteran yang di patenkan di Jerman.

Selain itu Kak Seto sendiri selaku orang yang sangat senior dan sekaligus pakar di bidang pendidikan juga telah memilih home schooling bagi anaknya. Para orang tua yang berbahagia kiranya tokoh sekaliber Kak Seto tentunya tidak akan main-main dengan masa depan anak-anaknya. Bahkan jika tidak salah beliau juga secara langsung membawahi Asah Pena salah satu Home Schooling di Indonesia.

Apakah landasan berpikir ilmiah orang melakukan Home Schooling bagi anak-anaknya.

Hampir semua penelitian tentang otak dan anak selama 30 tahun terakhir menyatakan bahwa sebenarnya anak-anak adalah mahluk pembelajar yang luar biasa. Jadi yang dibutuhkan seorang anak dalam belajar adalah kesempatan untuk mengeksplorasi hal-hal yang menjadi minat terbesarnya, dan bukan harus mempelajari semua bidang mata pelajaran yang diwajibkan namun tidak diminatinya.

Seperti apa yang pernah dilakukan oleh Nancy Alliot Ibunda Thomas Edison. Beliau tidak mengajari apapun pada anaknya melainkan hanya bertanya dan mendukung apa yang ingin di ketahui anaknya, yakni dengan menjadikan Garasi rumah sebagai bengkel kerja bagi anaknya, serta mengajak Thomas untuk menemukan buku-buku yang ingin dipelajarinya atau mencari orang yang bisa menjawab pertanyaan yang tidak bisa dijawab oleh ibu Nancy sendiri.

Jadi setiap anak itu sebenarnya bisa menjadi manusia-manusia luar biasa asakan ia punya minat belajar yang kuat dan mau bekerja keras – Itulah yang di katakan Thomas Edison pada saat ia berhasil membuat bola lampu listrik.

Semoga uraian singkat ini ini bisa memberikan gambaran mengenai Home Schooling bagi orang tua yang berminat melakukan pendidikan berbasis rumah bagi anak-anaknya.


Sumber: Ayah Edy

0 comments to “SEKILAS MENGENAI HOME SCHOOLING”

Note: only a member of this blog may post a comment.