Subscribe RSS

Orang tua dan sekolah paling khawatir jika anakyna tidak pintar. Kita tidak pernah khawatir jika anak kita tidak jujur dan berkarakter. Tidak ada tempat bagi raport anak disekolah untuk masalah karakter melainkan hanya sebatas kolom Alpha-Ijin dan Sakit. Ukuran karakter bagi anak kita adalah sebatas seberapa banyak dia Alpha dan Ijin.


Kita gencar melakukan Remedial bagi nilai-nilai anak kita yang merosot dibawah standar, namun kita tidak pernah sibuk melakukan REMEDIAL bagi Karakter anak yang dibawah tandar. Kita sibuk mengirim anak kita ke kursus dan les agar nilai kepintaran anak kita meningkat, tapi kita santai-santai saja melihat nilai akhlak anak kita yang merosot jauh dibawah standar.


Padahal kita sudah punya contoh yang "terang benderang", gamblang segamblang-gamblangnya tentang sebuah negeri, yang orang2nya pintar tapi tidak jujur dan berkarakter. Namun sayangnya kita masih tidak juga sadar. Raport zaman kita dulu bersekolah dan Raport zaman anak kita bersekolah sekarang masih sama saja, nilai karakter yang tercermin di raportnya masih sebatas kolom Alpha-Ijin & Sakit.


Dalam kehidupan nyata kita mendapati bahwa untuk bisa menjadi seorang pembantu rumah tangga saja agar bisa bisa di cintai oleh majikannya, yang dibutuhkan bukanlah KEPINTARANNYA melainkan karena ia JuJur dan Rajin. Jujur dan rajin adalah sebagian kecil saja dari unsur karakter. Jika anda Bos, saya yakin dan bisa di jamin pasti lebih suka memilih Assisten yang jujur ketimbang yang pintar tapi tidak jujur.


Tapi sayangnya mengapa kita belum juga sadar, bahwa dgn Karakter atau Ahlak orang bisa menjadi Besar, Terkenal & Panutan manusia sepanjang Zaman. Kita memuja dan memuji org yang berkarakter mulia ini disetiap doa kita, namun setelahnya kembali lagi fokus pertanyaan kita pada anak adalah berapa nilai ujian kamu dan bukan berapa banyak kebaikan yang telah kamu lakukan hari ini?


Kita rindu pemimpin bangsa yang berkarakter seperti Bapak Pendiri Bangsa ini, tapi bagaimana mungkin pemimpin yang seperti ini akan datang di negeri ini jika anak-anak kita terus di didik untuk mendapatkan nilai yang tinggi dan bukan karakter yang mulia?? bagaimana mungkin ia akan hadir jika target2 sekolah dan Pengambil Kebijakan di Negeri 1001 masalah ini masih pada hasil ujian & nilai yang tinggi bukan akhlak yang tinggi dan mulia?


Semoga kita segera tersadarkan atas kekeliruan kita selama ini dalam mendidik putra-putri kita tercinta dirumah dan disekolah. Agar negeri ini bisa segera keluar dari 1001 masalah yang setiap hari terus mendera silih berganti tanpa jelas kapan akan berakhir.

Sumber: Ayah Edy

0 comments to “RENUNGAN AKHIR PEKAN DI NEGERI 1001 MASALAH”

Note: only a member of this blog may post a comment.